BANGGAI TERKINI, Banggai Selatan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai Laut bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah terus mematangkan persiapan pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Desa Labuan Kapela, Kecamatan Banggai Selatan.
Peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi sekaligus menindaklanjuti rencana pembangunan yang telah diawali dengan peletakan batu pertama pada 2024 lalu.

Mewakili Bupati Sofyan Kaepa, Sekretaris Daerah (Sekda) Saiful U. Usuria, mendampingi Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah yang dipimpin Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Maulana Luthfiyanto, saat meninjau lokasi pembangunan, Senin (27/7/2026).
Sekda Saiful Usuria mengatakan Pemkab telah menyiapkan lahan seluas 4,8 hektare sebagai syarat utama pembangunan. Lahan tersebut juga telah memiliki sertifikat dan diserahkan kepada Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah. “Lokasi lahan yang disiapkan untuk lapas itu saya kira tidak ada masalah. Kenapa? Karena pemerintah daerah sudah menyerahkan tanah resmi bersertifikat,” ujar Sekda.

Menurutnya, apabila luas lahan yang tersedia masih belum mencukupi, Pemkab Banggai Laut siap menambah luasan sesuai kebutuhan pembangunan. “Kalau kemudian ada penambahan ataupun kebutuhan lahan terkait dengan lapas, saya kira pemerintah daerah siap untuk mengakomodir,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada pekan lalu Bupati Sofyan Kaepa telah bertemu langsung dengan Direktur Jenderal Pemasyarakatan di Jakarta untuk membahas percepatan pembangunan lapas tersebut. “Banggai Laut ini termasuk daerah yang strategis karena tidak menutup kemungkinan ada warga binaan dari Taliabu, Maluku Utara dan juga dari Banggai Kepulauan yang notabene itu terkonsentrasi di Banggai Laut,” tuturnya.


Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Maulana Luthfiyanto, menjelaskan kunjungan lapangan dilakukan untuk menindaklanjuti hasil perencanaan yang telah dilakukan sebelumnya sekaligus mengevaluasi perkembangan di lokasi pembangunan.
Menurutnya, tim perlu memastikan kondisi geografis lahan benar-benar sesuai dengan rencana pembangunan yang telah disusun.
“Yang pertama adalah kita menindaklanjuti ataupun napak tilas ya. Lalu yang kedua, bagaimana progres di lapangan? Tentu saja kita harus melihat letak secara geografis,” ujarnya
Ia meyakini seluruh perencanaan yang dilakukan terdahulu telah melalui pertimbangan yang matang sehingga nantinya dapat memberikan dukungan terbaik bagi pembangunan masyarakat. “Yang diharapkan adalah dapat memberikan dukungan yang terbaik untuk pembangunan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Nomo
Editor : –













