BANGGAI TERKINI, Banggai – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah terus mempercepat langkah penurunan angka stunting melalui penguatan kolaborasi antarlembaga. Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Nuryamin, S.TP., M.M., memimpin langsung kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Banggai Laut (Balut) dalam rangka koordinasi dan pendampingan kegiatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Pertemuan strategis yang berlangsung hangat tersebut dihadiri oleh jajaran jajaran Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Banggai Laut, Anggota DPRD Kabupaten Banggai Laut, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) setempat.
Dalam arahannya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, S.TP., M.M., menegaskan pentingnya komitmen bersama dan pendekatan gotong royong melalui program GENTING guna memastikan intervensi gizi maupun non-gizi sampai secara akurat kepada sasaran prioritas.
Ia juga menambahkan bahwa pendampingan di level tapak harus ditunjang dengan validitas data sasaran yang akurat agar bantuan nutrisi dan pengawasan tumbuh kembang anak terdistribusi secara tepat sasaran.
Sementara itu, dukungan penuh disampaikan oleh jajaran Anggota DPRD Kabupaten Banggai Laut yang hadir. Pihak legislatif mengapresiasi kunker serta langkah proaktif BKKBN Sulteng dan menyatakan kesiapan untuk mengawal dari sisi pengawasan serta penganggaran daerah guna menekan angka prevalensi stunting di Kabupaten Banggai Laut.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Banggai Laut menyampaikan komitmennya untuk memaksimalkan peran para petugas lapangan, penyuluh KB, serta kader TPK dalam mendampingi keluarga berisiko stunting. Pihaknya optimistis lewat penguatan program GENTING ini, sinergi antara BKKBN provinsi dan pemerintah kabupaten akan semakin solid demi mencetak generasi emas Banggai Laut yang sehat dan bebas stunting.
Melalui kunker ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Banggai Laut dapat terus memperkuat koordinasi, memetakan calon orang tua asuh potensial, serta memperluas jangkauan pendampingan keluarga demi percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan.***























