Menu

Otomatis
Berita Terkini

Banggai Laut

6 Bulan Berjalan, Serapan Anggaran Kabupaten Banggai Laut Baru 26,50 Persen, OPD Belum Optimal Kelola Dana Publik

badge-check

Ilustrasi anggaran Perbesar

Ilustrasi anggaran

BANGGAI TERKINI, Banggai – Enam bulan anggaran telah berlalu, namun yang bergerak justru hanya kalender. Kabupaten Banggai Laut memasuki paruh pertama tahun 2025 dengan catatan realisasi anggaran cukup memprihatinkan. Bagaimana tidak, berdasarkan data di situs resmi Direktorat Jenderal Perimbangan Keungan atau DJPK milik Kementerian Keuangan RI yakni Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per tanggal 17 Juli 2025, serapan APBD Banggai Laut baru menyentuh angka 26,50 persen atau baru terealisasi Rp205.52 miliar dari total Rp775.64 miliar.

Merujuk data itu, porsi terbesar serapan untuk belanja pegawai sebesar 38,61 persen yakni Rp125.76 miliar, sementara untuk belanja barang dan jasa hanya Rp51.11 miliar atau 23,21 persen, kemudian belanja modal yang menyentuh langsung pembangunan fisik justru mandek di angka menyedihkan Rp8.25 miliar atau hanya 6,60 persen.

Data di situs DJPK Kemenkeu RI (Tangkapan layar)

Tentu ini bukan hanya soal angka-angka semata. Tapi cerminan lambannya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bergerak ditengah kebutuhan masyarakat. Saat masyarakat menunggu pembangunan dan program untuk geliat ekonomi lokal, alih-alih dibelanjakan, anggaran justru lambat bergerak di OPD, padahal satu-satunya penopang fiskal Banggai Laut adalah APBD.

Di akar rumput, para pedagang dan tukang bentor hanya bisa mengeluh, tukang bangunan yang biasa hidup dari proyek Pemda kini hanya menggantungkan harapan pada pekerjaan serabutan. “Saya hampir setiap hari, bolak-balik Pasar Baru-Pelabuhan, untung-untung dapat satu penumpang,” tukas At tukang bentor yang biasa mangkal di Pasar Baru Banggai kepada BanggaiTerkini yang juga turut mengeluhkan kondisi ekonomi.

Setali tiga uang, pedagang warung makan pun mengeluhkan kurangnya pembeli di warung-warung mereka yang biasa ramai kini sepi pembeli. “Pembeli cenderung berkurang alias pakat uang,” celetuk salah satu pedagang warung makan di dalam kota Banggai.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi APBD mengatakan, belanja pemerintah termasuk belanja daerah, menjadi motor penggerak ekonomi di daerah. Jika serapan rendah, maka perputaran uang di masyarakat juga turut melemah.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian

Dia menyatakan konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional, dan itu sangat dipengaruhi oleh belanja pemerintah yang cepat dan tepat sasaran. Karena itu, ia memberikan catatan keras bagi daerah-daerah dengan kinerja buruk dalam serapan APBD. “Kalau uang tidak dibelanjakan, maka akan memperlambat sektor swasta ikut bergerak. Ini sangat disayangkan,” ujar Tito dikutip BanggaiTerkini pada saluran Youtube resmi Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri.

Disisi lain, minimnya serapan anggaran dinilai sebagai indikator lemahnya kinerja OPD dalam menyerap dan menyalurkan anggaran. Hal ini tidak hanya berpotensi menghambat pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. Namun, perputaran ekonomi lokal pun turut melambat tak karuan.

Penulis : Nomo
Editor : –

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Bacaan Lainnya

SMP Negeri 1 Banggai Apresiasi Siswa Berprestasi OSN dan FLS3N Tingkat Kabupaten

19 Agu 2026 - 17:37 WITA

SMP Negeri 1 Banggai Apresiasi Siswa Berprestasi OSN dan FLS3N Tingkat Kabupaten

Siap-Siap Status Guru PPPK Paruh Waktu Akan Diangkat PPPK Penuh Waktu Hingga Peluang jadi PNS

19 Agu 2026 - 15:36 WITA

Siap-Siap Status Guru PPPK Paruh Waktu Akan Diangkat PPPK Penuh Waktu Hingga Peluang jadi PNS

Komisi III Kebut Pembahasan RUU Perampasan Aset, Targetkan Selesai Desember 2026

19 Agu 2026 - 15:32 WITA

Komisi III Kebut Pembahasan RUU Perampasan Aset, Targetkan Selesai Desember 2026

Pemerintah Sepakati Status PPPK Guru, Buka Peluang Jadi PNS

19 Agu 2026 - 15:22 WITA

Pemerintah Sepakati Status PPPK Guru, Buka Peluang Jadi PNS

Hadir Turnamen Futsal LIZAZ Cup 2026, Ketua ASKAB Fauzan Safian Kaepa Dorong Pembinaan Atlet Muda

19 Agu 2026 - 14:56 WITA

Hadir Turnamen Futsal LIZAZ Cup 2026, Ketua ASKAB Fauzan Safian Kaepa Dorong Pembinaan Atlet Muda

HUT ke-81 Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Program Transformasi Pelayanan

19 Agu 2026 - 14:45 WITA

HUT ke-81 Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Program Transformasi Pelayanan
Rekomendasi Artikel di Nasional