Menu

Otomatis
Berita Terkini

Nasional

RAPBN 2027 : Pendapatan Negara Ditarget Rp3.426,0 triliun, Transfer Ke Daerah Naik jadi Rp735,0 triliun

badge-check

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 (Dok. Kemenkeu RI) Perbesar

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 (Dok. Kemenkeu RI)

BANGGAI TERKINI, Jakarta – Pemerintah menargetkan perekonomian Indonesia tumbuh 6,0 persen pada tahun 2027 melalui RAPBN yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi, mendorong pertumbuhan, dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Target tersebut disusun dengan mempertimbangkan kinerja ekonomi nasional yang tetap kuat pada 2026, di tengah dinamika dan ketidakpastian global.

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia pada 2027 tetap akan menghadapi situasi global yang kompleks dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi. Namun, pengalaman Pemerintah dalam merespons dinamika ekonomi menjadi modal untuk menjaga perekonomian nasional.

“Tapi kita sudah punya pengalaman yang cukup, dan kita sudah praktekkan dalam 3 triwulan terakhir,” ujar Menkeu dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menkeu Purbaya menjelaskan pendapatan negara pada RAPBN TA 2027 ditargetkan mencapai Rp3.426,0 triliun, tumbuh 6,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, terdiri atas penerimaan perpajakan Rp2.908,0 triliun, PNBP Rp517,4 triliun, dan penerimaan hibah Rp0,7 triliun.

Penerimaan perpajakan diperkuat melalui reformasi perpajakan, peningkatan kepatuhan dan perluasan basis pajak, penguatan pengawasan berbasis risiko, serta pemanfaatan teknologi informasi dan digitalisasi.

PNBP diperkuat melalui peningkatan tata kelola sumber daya alam, optimalisasi penerimaan dari kekayaan negara yang dipisahkan, peningkatan produktivitas aset negara, peningkatan kualitas layanan K/L dan BLU, serta percepatan hilirisasi sumber daya alam.

Dari sisi Belanja Negara pada RAPBN TA 2027 direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, meningkat 3,9 persen, terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat Rp3.362,2 triliun dan Transfer ke Daerah Rp735,0 triliun. Belanja Pemerintah Pusat terdiri atas Belanja K/L Rp1.504,7 triliun dan Belanja non-K/L Rp1.857,5 triliun.

Belanja Negara diarahkan untuk mengedepankan belanja berkualitas dan efisiensi, memperkuat infrastruktur sektor strategis, menajamkan akurasi data penerima subsidi dan bansos, serta memperkuat sinergi fiskal pusat dan daerah.

Kebijakan tersebut juga mendukung delapan klaster PKPN, yaitu Kedaulatan Pangan; Kemandirian Energi dan Air; Pendidikan; Kesehatan; Hilirisasi dan Industrialisasi; Infrastruktur, Perumahan, dan Ketahanan Bencana; Ekonomi Kerakyatan dan Desa; serta Penurunan Kemiskinan.

Sementara itu Defisit anggaran RAPBN TA 2027 ditetapkan sebesar Rp671,2 triliun atau 2,40 persen terhadap PDB. Kebijakan pembiayaan dilakukan secara hati-hati (prudent) melalui kombinasi pembiayaan utang dan nonutang dengan mempertimbangkan biaya, risiko, dan manfaat jangka panjang.

Disisi lain, asumsi dasar ekonomi makro dalam RAPBN TA 2027 mencakup pertumbuhan ekonomi 6,0 persen, inflasi 2,5 persen, nilai tukar Rp17.500 per dolar AS, suku bunga SBN 10 tahun 6,9 persen, ICP 75 dolar AS per barel, lifting minyak 610 ribu barel per hari, dan liftin g gas 954 ribu barel setara minyak per hari. Rasio pendapatan negara terhadap PDB diperkirakan mencapai 12,25 persen, sementara rasio utang Pemerintah tetap dijaga dalam batas aman.

“Jadi fiskal kita tetap dirancang untuk ekspansi walaupun tidak besar sekali. Tapi yang jelas dari pemerintah akan ada dorongan kepada perekonomian,” jelas Menkeu Purbaya.

Pembiayaan ditempuh melalui pendalaman pasar keuangan domestik, perluasan basis investor, diversifikasi penerbitan obligasi global, peningkatan fleksibilitas pengelolaan kas negara, serta pengembangan innovative financing, termasuk pembiayaan investasi, kerja sama Pemerintah dengan badan usaha, dan blended finance.

Dengan postur tersebut, RAPBN TA 2027 tetap dirancang ekspansif untuk memberikan dorongan terhadap perekonomian sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal. Pemerintah akan terus menjaga ketahanan ekonomi, mendorong pertumbuhan, dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat sejalan dengan tema “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat”.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Bacaan Lainnya

Belanja Negara 2027 Direncanakan Rp4.097,2 triliun, Fokus 8 Program Prioritas Nasional 

16 Agu 2026 - 19:12 WITA

Belanja Negara 2027 Direncanakan Rp4.097,2 triliun, Fokus 8 Program Prioritas Nasional 

Sinergi Perkuat Nasionalisme, Kakantah Banggai Laut Hadiri Pengukuhan Paskibra Kabupaten Banggai Laut

16 Agu 2026 - 18:56 WITA

Sinergi Perkuat Nasionalisme, Kakantah Banggai Laut Hadiri Pengukuhan Paskibra Kabupaten Banggai Laut

BPK Temukan Dugaan Praktik Manipulasi Nota Belanja Listrik di 13 SKPD Banggai Kepulauan

15 Agu 2026 - 11:03 WITA

BPK Temukan Dugaan Praktik Manipulasi Nota Belanja Listrik di 13 SKPD Banggai Kepulauan

KUPA-PPAS 2026, Pendapatan Daerah Diproyeksikan Terpangkas Rp26.1 Miliar

14 Agu 2026 - 23:39 WITA

KUPA-PPAS 2026, Pendapatan Daerah Diproyeksikan Terpangkas Rp26.1 Miliar

Sinkronisasi Data, Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Sepakati Pengintegrasian NIB dan NOP

11 Agu 2026 - 20:42 WITA

Sinkronisasi Data, Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Sepakati Pengintegrasian NIB dan NOP

Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Teken Surat Edaran Bersama, Verifikasi BPHTB Dipercepat Jadi 3 Hari

11 Agu 2026 - 20:40 WITA

Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Teken Surat Edaran Bersama, Verifikasi BPHTB Dipercepat Jadi 3 Hari
Rekomendasi Artikel di Nasional