BANGGAI TERKINI, Bogor – Alma Hidayah A. Lauri. Relawan literasi masyarakat (Relima) Kabupaten Banggai Laut mencatatkan prestasi gemilang, ditengah tantangan membumikan literasi di Banggai Laut, Alma berhasil membawa pulang pengahargaan atas juara ke-3 Nasional dalam pembuatan video pendek perjalanan relawan literasi masyarakat yang digelar di Bogor, Jawa Barat 10-13 November 2025.
Kegiatan yang bertajuk Pertemuan Pembelajaran Sebaya Relima 2025 diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) dan dihadiri 180 Relima dari 177 kabupaten/kota dan 34 Fasilitator Daerah (Fasda) se-Indonesia.
Program ini merupakan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial tingkat Provinsi dan Kabupaten dari seluruh Indonesia.

Alma Hidayah mengatakan dari Sulawesi Tengah (Sulteng) terdapat lima Relawan yang terdaftar. Namun, hanya empat orang yang berangkat yakni dari Kabupaten Buol, Banggai Kepulauan, Parigi Moutong, dan Banggai Laut. Relawan dari Morowali berhalangan hadir. “Sulteng kami ada 5 orang, cuma yang berangkat ke Bogor 4 orang,” ujar Alma, Jumat (14/11/2025).
Dia menjelaskan video pendek yang berjudul “Menembus Ombak Literasi Kabupaten Banggai laut” yang Ia buat berhasil menarik perhatian panitia dan dinilai berhasil mengembangkan praktik baik dan inovasi yang dilakukan relawan dalam mengembangkan literasi di tingkat daerah.

Menurut penilaian panitia, video tersebut dinilai mampu menampilkan upaya konkret Relima dalam mendekatkan layanan dan kegiatan literasi kepada masyarakat, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses.
Prestasi ini diharapkan dapat meningkatkan semangat para relawan literasi di Banggai Laut untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan gerakan literasi di berbagai pelosok daerah.
Sementara itu, Kepala Perpusnas RI E. Aminudin Aziz, menyebut tiga kunci utama dalam memperkuat Relawan Literasi Masyarakat (Relima). Tiga kunci tersebut adalah semangat, keikhlasan, dan konsistensi.

Kepala Perpusnas RI (Ist)
“Semangat para Relima sudah tumbuh kuat. Keikhlasan mereka bekerja tanpa mengeluh, meski insentif terbatas ternyata menjadi sesuatu yang tidak dikejar. Konsistensi mereka untuk terus hadir, meski kerap mendapat penolakan, menjadi motor penggerak gerakan literasi,” ungka Aziz pada pembukaan Pembelajaran Sebaya Relima 2025.
Ia menandaskan, Perpusnas akan berkomitmen untuk memperluas gerakan Relima. Sebagai informasi, tahun ini terdapat 180 Relima dari 178 Kabupaten/Kota, 33 Provinsi di Indonesia, tahun depan dipastikan jumlahnya lebih besar.
“Tahun depan saya pastikan ada lagi, yang jumlahnya justru lebih banyak jumlah lokusnya. Rencananya ada sekitar 350 lokus, berarti ada 350 Relima,” pungkasnya.
Editor : Nomo














