BANGGAI TERKINI, Luwuk – Lomba menulis esai dan reportase yang digelar Yayasan Syukuran Aminuddin Amir Foundation (SAAF) dan Babasal Mombasa resmi mengumumkan 12 penulis terbaik.
Tahapan lomba menulis esai dan reportase telah berlangsung sejak 18 Mei 2026, dimulai dari pengumpulan karya sampai Senin, 13 Juli 2026.
Dari hasil penjurian, 12 karya tulis dinilai terbaik dari 35 yang terkumpul selama 57 hari.

Dewan Juri melanjutkan ke tahapan pendampingan yang berlangsung di ruang pertemuan Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Banggai di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Luwuk.
Reza Nufa, Dewan Juri lomba menulis esai dan reportase mengatakan, pengumuman akan dilakukan setelah pendampingan dan revisi karya tulis. “Sebaran peserta sudah mencakup Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut,” ujar Pemimpin Redaksi Penerbit Basa Basi itu.
Lomba ini bagian dari upaya SAAF untuk memberi jejak lewat catatan-catatan dari tiga Banggai bersaudara. Anggota DPD RI Andika Mayrizal Amir turut menginisiasi lomba menulis esai dan reportase.
Ama Gaspar yang juga Dewan Juri lomba menulis esai dan reportase menuturkan, 12 karya ini memiliki topik yang menarik. “Juga merawat ingatan kita ke depan tentang Banggai bersaudara di masa lampau,” ujarnya.

Dari 12 karya tulis, Lady Diana Khartiono yang juga akademisi perikanan menulis tentang Banggai Cardinal Fish. Sementara Haris Ladici menuangkan pengamatannya selama 20 tahun meliput Kabupaten Banggai, khususnya Luwuk sebagai pusat bisnis dan pemerintahan.
Tak kalah menarik tulisan Sardian tentang jejak abrasi di Desa Lipulalongo, Kecamatan Labobo, Kabupaten Banggai Laut.
Ada juga tulisan Enda Alwarits yang melihat pentingnya identitas daerah pada bangunan infrastruktur. Ama menyebutkan, tulisan-tulisan ini menjadi catatan bagi generasi mendatang tentang perkembangan dan dinamika Banggai bersaudara.
Babasal Mombasa memastikan selalu berkomitmen pada tiap kerja-kerja kolaborasi, terutama literasi, sastra, dan kebudayaan. Termasuk kerja kolaborasi bersama SAAF untuk Catatan Kecil dari Banggai.
Sebuah kolaborasi yang memastikan narasi Banggai Bersaudara dari berbagai sudut pandang tidak hanya tercatat tetapi juga menjadi arsip dan data penting di masa depan. (*)













