BANGGAI TERKINI, Banggai – Kabupaten Banggai Laut, khususnya wilayah Kecamatan Banggai, terpilih sebagai salah satu penerima bantuan dari Kementerian ATR/BPN melalui pembiayaan World Bank atau Bank Dunia untuk program penataan kota dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).
Hal tersebut diungkapkan Team Leader perwakilan Bank Dunia, Dr. Ir. Ilham Yahya, Selasa (15/9/2026).
“Alhamdulillah, Kecamatan Banggai, Kabupaten Bangga Laut ini mendapatkan bantuan untuk menetapkan tata ruang kotanya. Dalam hal ini ada enam bulan pekerjaan di sini, yaitu dari bulan September sampai bulan Februari tahun 2027,” ujar Dr. Ilham saat diwawancarai awak media di halaman Rumah Jabatan Bupati.
Menurutnya, wilayah Banggai Laut dipilih karena memiliki potensi luar biasa yang mencakup sektor pariwisata dan perikanan.
Dr. Ilham mengatakan, tahun 2026 ini program ini mencakup satu wilayah perencanaan yang meliputi sembilan desa dan kelurahan, yang terdiri dari tiga kelurahan dan enam wilayah desa. “Nilai anggaran yang dikucurkan untuk tiga wilayah gabungan mencapai hampir Rp6 miliar, ini termasuk 3 daerah,” jelasnya.
Ilham menjelaskan bahwa program RDTR yang didanai oleh Bank Dunia ini memiliki keunikan dan perbedaan signifikan dibanding penataan ruang konvensional pada umumnya.
Jika sebelumnya tata ruang hanya dipahami oleh kalangan terbatas yang ahli di bidangnya, program ini turut memasukkan indikator sosial yang komprehensif.
Menurutnya World Bank memasukkan ada kesetaraan gender, kemudian terkait dengan sosial safeguard nya, environmental safeguard nya. “Dan ini menjadi unik sehingga tata ruang ke depan harus berbasis seperti itu,” jelasnya.
Selain aspek sosial, penataan ruang ini juga berfokus pada ketahanan iklim climate resilience. Sebab mengingat Banggai Laut merupakan wilayah pesisir yang rentan terhadap perubahan iklim global seperti fenomena El Nino. “Inovasi tata ruang mutlak diperlukan agar tidak hanya berorientasi pada aspek fisik semata,” tuturnya.
Selain itu, Aspek penting lainnya yang diusung dalam program ini adalah konsep kota yang humanis. Penataan ruang ke depan dirancang agar ramah terhadap masyarakat pinggiran hingga kelompok rentan.
“Bagaimana masyarakat-masyarakat ini menikmati kota itu ke depan? Harus ada jalur pesepeda, harus ada jalur untuk pejalan kaki, rama difabel dan seterusnya,” terang Ilham.
Dengan adanya dukungan ini, pada tahun 2027, bersama dengan dukungan penuh dari Bupati Sofyan terkait penetapan Peraturan Daerah (Perda) tentang penataan kawasan kota sehingga pembangunan di Banggai Laut dapat semakin maju dan inklusif.
Penulis : Nomo
Editor : –






















