Menu

Mode Gelap
Truk Bermuatan Material Kopdes Merah Putih, Terjungkit di Tanjakan Bebek Patukuki Berprestasi Nasional, Asyrafid Fachrezy Montilalu Siswa SMPN 1 Banggai Wakili Sulteng di Bintang Sobat SMP Kapolres Banggai Laut Resmi Dilantik Kapolda Sulteng Kantor Pertanahan Banggai Laut Resmi Luncurkan Layanan Pengukuran Terjadwal: Wujudkan Pelayanan Pasti dan Transparan Tampung Aspirasi Warga, Pemdes Bone Baru Gelar Musdes Rencana Penyusunan RKPDes TA 2027 Bapenda Banggai Laut dan PT PLN Luwuk Perkuat Sinergi Optimalisasi Penerimaan PBJT

Bangkep

Pilu! Anak Dibawah Umur di Banggai Kepulauan jadi Korban Pencabulan 11 Orang, Termasuk Ayah dan Kakak Kandung

badge-check

Ilustrasi pencabulan anak dibawah umur Perbesar

Ilustrasi pencabulan anak dibawah umur

BANGGAI TERKINI, Bangkep – Publik Banggai Kepulauan dibuat geger kembali atas dugaan pencabulan anak dibawah umur. Bukan main peristiwa bejat itu dilakukan oleh 11 orang pelaku. Yang lebih memilukan lagi, diantara para pelaku termasuk ayah dan saudara kandung korban.

Kasus bejat ini berhasil dibongkar oleh
Unit Idik II PPA Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Banggai Kepulauan (Bangkep).

Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat yang diterima Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bangkep pada hari Rabu, 1 Oktober 2025.

Menanggapi laporan yang meresahkan tersebut, Kanit PPA Polres Bangkep, Aipda Aditya Agung Prayitno, S.H., segera memimpin tim untuk melakukan penyelidikan intensif dan mengamankan korban berinisial NY, seorang siswi yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), serta beberapa terduga pelaku.

Kasus ini mulai terkuak setelah korban, yang merasa risau karena dua bulan tidak haid, memberanikan diri menceritakan penderitaannya kepada guru wali kelasnya.

Korban mengaku telah disetubuhi oleh pacarnya, seorang Siswa yang juga masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan yang lebih mengejutkan, korban juga dieksploitasi secara seksual oleh ibu kandungnya sendiri, berinisial AT.

Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam yang dilakukan oleh penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Bangkep, terungkap fakta mengejutkan lainnya. Korban juga disetubuhi oleh ayah kandungnya, berinisial SY, dan kakak kandungnya, berinisial IY.

Awalnya korban takut memberikan keterangan karena diancam akan dibunuh oleh sang ayah jika kasus persetubuhan ini terbongkar.

Namun, setelah penyidik PPA melakukan pendekatan emosional dengan pendampingan dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, korban akhirnya berani mengungkap seluruh kejadian yang dialaminya.

Ibu kandung korban, AT, diduga kuat melakukan perdagangan anak dengan menjual layanan seksual korban kepada para buruh angkut barang disalah satu pelabuhan di Bangkep.

Diketahui ibu korban menjajakan layanan lendir anaknya dengan tarif yang sangat rendah, berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 50.000.

Kasat Reskrim Polres Bangkep, AKP Anton S. Mowala, mengkonfirmasi bahwa dari 11 terduga pelaku yang sempat diamankan, penyidik PPA telah menetapkan dan menahan lima orang yang terbukti kuat terlibat dalam kasus ini.

“Dari pengembangan pemeriksaan, kami telah menahan total lima pelaku yang terbukti melakukan kejahatan ini. Mereka adalah ayah kandung (SY) yang menyetubuhi korban, ibu kandung (AT) yang menjual korban, serta dua orang lansia (YS dan EK) yang membeli layanan seksual dari ibu korban,” ujar AKP Anton S. Mowala.

Lebih lanjut, Kasat Reskrim menjelaskan bahwa satu terduga pelaku lainnya, yakni pacar korban, turut ditahan. Sementara kakak kandung korban (IY) yang juga menyetubuhi korban tidak dilakukan penahanan karena masih berada di bawah umur dan penanganannya diserahkan ke sistem peradilan anak.

Saat ini, kelima terduga pelaku telah ditahan di Mapolres Bangkep guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menindak tegas seluruh pelaku kejahatan terhadap anak.

“Kami pastikan para pelaku akan dijerat dengan undang-undang perlindungan anak dan tindak pidana eksploitasi seksual anak dengan hukuman maksimal. Kasus ini menjadi prioritas dan bukti keseriusan Polres Bangkep dalam melindungi generasi penerus bangsa,” tegas AKP Anton S. Mowala. (Polres Bangkep)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Bacaan Lainnya

Truk Bermuatan Material Kopdes Merah Putih, Terjungkit di Tanjakan Bebek Patukuki

16 Juli 2026 - 11:58 WITA

Waduh! Kali ini BPK Temukan Pembayaran Honorarium di Dikpora Banggai Laut Tidak Sesuai Ketentuan

13 Juli 2026 - 13:19 WITA

Hendak transaksi Narkoba Jenis Sabu, Pria Asal Bongganan Diciduk Polisi

10 Juli 2026 - 13:40 WITA

Tak Hanya Dugaan Mark-up Anggaran, BPK Juga Temukan Dugaan Belanja Fiktif Dana BOSP di Dikpora Banggai Laut

10 Juli 2026 - 10:29 WITA

Dugaan Markup Anggaran Rp222 Juta Paket Pengadaan APE di Dikpora, Kontraktor Kembalikan Rp60 Juta

9 Juli 2026 - 09:02 WITA

BPK Temukan Dugaan Mark-up Anggaran Rp534 Juta pada Paket Pengadaan Dikpora Banggai Laut

8 Juli 2026 - 17:44 WITA

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banggai Laut (Dok. Dikpora)
Rekomendasi Artikel di Peristiwa