Menu

Mode Gelap
Kepala BPTD Sulteng Tantang Pemkab Banggai Laut Rintis Jalur “Segitiga Emas” Feri Rute Banggai Laut — Baturube — Kolonadale DPRD Apresiasi Langkah Pemda Hadirkan Rute Feri KMP Teluk Tolo Banggai–Paisu Lamo–Dungkean (PP) Jemput Bola ke Pusat, Bupati Sofyan Audiensi bersama Pimpinan MPR RI dan Menteri PKP, Dorong Percepatan Pembangunan Mantap! Akses Antarwilayah Banggai Laut Makin Terkoneksi, Fery KMP Teluk Tolo Kini Layani Rute Labobo-Bangkurung Motif Utang Piutang, Berujung Penikaman Program Berani Cerdas Diperluas ke Jenjang S2 dan S3

Banggai Laut

Mantap! Desa Kalupapi Bakal jadi Kampung Nelayan Merah Putih, Banggai Laut “Kecipratan” Program Prioritas Presiden Prabowo Subianto

badge-check


					Desa Kalupapi, Kecamatan Bangkurung (Foto:Istimewa) Perbesar

Desa Kalupapi, Kecamatan Bangkurung (Foto:Istimewa)

BANGGAI TERKINI, Banggai – Kabar menggembirakan datang dari ujung barat Kabupaten Banggai Laut. Desa Kalupapi, Kecamatan Bangkurung. Direncanakan sebagai salah satu Kampung Nelayan yang masuk dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) program strategis nasional yang kini menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di bidang perikanan.

Program KNMP merupakan inisiatif dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI yang bertujuan memperkuat sektor kelautan nasional melalui pembangunan kawasan pesisir berbasis komunitas.

Desa Kalupapi menjadi satu dari hanya 24 kampung nelayan se-Indonesia yang akan menjadi tahap awal pelaksanaan program ini.

Desa Kalupapi sendiri akan menerima sejumlah intervensi penting melalui program ini, mulai dari peningkatan infrastruktur perikanan, pemberdayaan ekonomi pesisir dan pembangunan fasilitas penunjang perikanan modern.

Kepala Dinas Perikanan Banggai Laut, Sumarto Lalu melalui Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Nelayan Kecil, Aulia Nophan mengatakan, Ia baru saja dari KKP RI untuk mengikuti asistensi dan verifikasi teknis sebagai bagian dari proses lanjutan program Kampung Nelayan Merah Putih.

Pada pertemuan itu, kata Aulia, usulannya ada tiga yaitu pembangunan pabrik es, selanjutnya tambatan perahu, kemudian pembangunan jalan sentra kawasan. “Dari seluruh Indonesia hanya ada 24 kampung, desa Kalupapi salah satunya, untuk jalan sentra kawasan ini menghubungkan dari tambatan perahu ke pabrik es, agar akses ekonomi masyarakat terbantu,” kata Kabid Aulia saat diwawancarai BanggaiTerkini di ruang kerjanya, Kamis 10 Juli 2025.

Dia menyatakan, untuk mesin produksi pabrik es yang rencana diberikan oleh KKP RI kapasitasnya satu ton, dengan mengingat kapasitas listrik di desa Kalupapi yang hanya 8 jam. “Kapasitas satu ton per produksi es balok, ketika mereka melihat kapasitas daya dukungnya, KKP RI meminta harus listrik minimalnya 10 jam agar es yang dihasilkan benar-benar beku, nah di Bangkurung listriknya baru 8 jam, ini yang bakal jadi pertimbangan,” katanya.

“Pabrik es nya ini berjalan minimal 10 jam pak, ini catatan yaa, kita layani bapak dengan catatan 10 jam ini terpenuhi,” ujar Aulia menirukan perkataan pejabat di KKP RI.

Proyek KKP RI ini, kata dia, belanja mesinnya lewat  E-catalog, sistem pengadaannya oleh mereka. Selain itu, khusus proses pembangunan pondasi pabrik es diserahkan ke penerima manfaat.

“Bahasa KKP RI masalah pondasi diserahkan ke penerima manfaat, entah lewat Koperasi Merah Putih, atau Dana Desa Kalupapi, ataupun lewat Kabupaten, seandainya Dirjen Perikanan Tangkap menyediakan, berarti sudah tak perlu lagi, yang jelas ada persiapan dari penerima manfaat,” tuturnya.

“Tapi mereka sudah minta rencana struktur pondasi, rencana materialnya, ini juga dimasukan jadi data dukungnya, artinya ada harapan mau dibuatkan (pondasi) juga,” tambah dia.

KKP RI juga meminta agar penerima manfaat menyiapkan sejumlah persiapan masing-masing : pertama pemasangan meteran listrik, kedua pemasangan air, ketiga pemenuhan daya listrik yang harus minimal 10 jam. “Pabrik es balok di E-catalog untuk produksi satu ton, sekitar 1,5 Milliar,” pungkasnya.

Pada tahap awal KKP RI menargetkan pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih. Kriterianya yaitu mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan/pembudidaya ikan lebih dari 80%, ketersediaan dan status lahan clear and clean untuk pembangunan fasilitas produksi lebih dari 1 hektare, memiliki potensi sumber daya ikan, budidaya ikan, dan wisata bahari yang dapat dikembangkan, serta terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih.

Diketahui KKP RI memproyeksikan kebutuhan anggaran sebesar Rp24,2 triliun untuk membangun 1.100 KNMP secara bertahap hingga tahun 2027 mendatang.

Penulis : Nomo
Editor : –

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bacaan Lainnya

Kepala BPTD Sulteng Tantang Pemkab Banggai Laut Rintis Jalur “Segitiga Emas” Feri Rute Banggai Laut — Baturube — Kolonadale

14 Januari 2026 - 08:30 WITA

Kepala BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat) Kelas II Sulawesi Tengah Mangasi Sinaga diwawancarai awak media diatas Feri KMP Teluk Tolo pada lauching perdana penyebrangan Banggai-Paisu Lamo-Dungkean (Foto : Istimewa)

DPRD Apresiasi Langkah Pemda Hadirkan Rute Feri KMP Teluk Tolo Banggai–Paisu Lamo–Dungkean (PP)

13 Januari 2026 - 21:31 WITA

Anggota DPRD Banggai Laut ikut launching perdana Feri KMP Teluk Tolo rute Banggai-Paisu Lamo-Dungkean (Foto : Nomo/BanggaiTerkini)

Jemput Bola ke Pusat, Bupati Sofyan Audiensi bersama Pimpinan MPR RI dan Menteri PKP, Dorong Percepatan Pembangunan

13 Januari 2026 - 19:10 WITA

Mantap! Akses Antarwilayah Banggai Laut Makin Terkoneksi, Fery KMP Teluk Tolo Kini Layani Rute Labobo-Bangkurung

13 Januari 2026 - 10:59 WITA

Motif Utang Piutang, Berujung Penikaman

12 Januari 2026 - 06:56 WITA

Program Berani Cerdas Diperluas ke Jenjang S2 dan S3

10 Januari 2026 - 15:39 WITA

Rekomendasi Artikel di Sosial Budaya