Kamp-kamp yang terendam banjir, tenda-tenda yang robek, runtuhnya bangunan-bangunan yang rusak serta paparan suhu dingin yang disertai malnutrisi secara signifikan telah meningkatkan risiko bagi kehidupan warga sipil, termasuk akibat wabah penyakit, terutama di kalangan anak-anak, perempuan, lansia, dan individu dengan kerentanan medis.
Negara-negara itu menegaskan kembali dukungan penuh mereka terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, dan Rencana Komprehensif Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan menyatakan niat mereka untuk berkontribusi pada keberhasilan implementasinya.
Upaya itu bertujuan untuk memastikan gencatan senjata keberlanjutan, mengakhiri perang di Gaza, menjamin kehidupan yang bermartabat bagi rakyat Palestina yang telah mengalami penderitaan kemanusiaan yang berkepanjangan, dan membuka jalan yang kredibel untuk penentuan nasib sendiri dan kemerdekaan Palestina.
Dalam konteks ini, mereka menekankan perlunya segera memulai dan meningkatkan upaya pemulihan awal, termasuk penyediaan tempat tinggal yang tahan lama dan layak untuk melindungi warga dari kondisi dingin ekstrem.
Para Menlu tujuh negara itu juga mendesak komunitas internasional untuk menegakkan tanggung jawab hukum dan moral mereka dan untuk menekan Israel, sebagai kekuatan pendudukan, untuk segera mencabut pembatasan akses masuk dan distribusi pasokan penting termasuk tenda, material tempat tinggal, bantuan medis, air bersih, bahan bakar, dan dukungan sanitasi.
Mereka juga menyerukan penyaluran bantuan kemanusiaan segera, komprehensif, dan bebas hambatan ke Jalur Gaza tanpa campur tangan pihak mana pun, melalui PBB dan badan-badannya, serta percepatan rehabilitasi infrastruktur dan rumah sakit.














