BANGGAI TERKINI, Bokan – Pemerintah Desa Kasuari menggelar kegiatan Rembuk Stunting sebagai bagian dari upaya nasional dalam menekan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor, Jumat (10/4/2026)
Kegiatan ini sekaligus menjadi forum penting dalam penyusunan rencana anggaran RKPD yang difokuskan pada intervensi gizi, baik yang bersifat spesifik maupun sensitif.
Kepala Desa Kasuari, Albean K. Dada, dalam menegaskan bahwa Rembuk Stunting merupakan langkah strategis untuk membangun komitmen bersama dalam menangani persoalan gizi masyarakat, khususnya pada anak.

“Fokus utama kita adalah menurunkan angka stunting melalui edukasi yang optimal serta pemberian makanan tambahan. Untuk itu, saya mengingatkan seluruh perangkat desa, kader KPM, BPD, dan tokoh masyarakat agar serius menjadikan penanganan stunting sebagai prioritas nasional,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada para ibu, khususnya yang memiliki balita, untuk rutin membawa anak ke Posyandu guna memantau kesehatan dan tumbuh kembang anak secara berkala.

Selain rembuk stunting, pemerintah desa juga melakukan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahun 2026. Program ini bertujuan untuk memastikan transparansi penggunaan dana serta membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
“Kami tegaskan bahwa penerima BLT merupakan hasil musyawarah desa yang sah, bukan berdasarkan penunjukan. Oleh karena itu, bantuan ini diharapkan digunakan untuk kebutuhan pokok, bukan untuk hal-hal konsumtif,” jelas Kades.
Adapun prioritas penerima BLT adalah keluarga miskin ekstrem yang kehilangan mata pencaharian atau memiliki anggota keluarga dengan penyakit menahun.
Untuk tahun 2026, jumlah penerima BLT di Desa Kasuari sebanyak 4 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan besaran Rp300.000 per bulan. Penyaluran tahap pertama dilakukan untuk periode Januari hingga Maret, dengan total Rp900.000 per KPM.
Pemerintah desa berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara bijak dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.(Haris)














