Menu

Mode Gelap
Rembuk Stunting Desa Kokudang, Plh Kades Komitmen Pertahankan Nol Kasus Desa Kasuari Gelar Rembuk Stunting dan Salurkan BLT Dana Desa Tahap I Tahun 2026 Kumpulkan Pengurus Organisasi Keagamaan Islam di NTB, Menteri Nusron Ajak Kerja Sama Selesaikan Sertipikasi Tanah Wakaf Wamen Ossy Saksikan Penyerahan Denda Administratif Rp11,4 Triliun oleh Satgas PKH sebagai Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara Simpan Sabu di Pakaian Dalam, Wanita di Bunta Dicokok Polisi Muhammad Saleh Gasin Terima Mandat Bentuk Pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Banggai Kepulauan

Ekonomi

Redenominasi Rupiah Harus Dirancang Tepat dan Menyeluruh

badge-check


					Redenominasi Rupiah Harus Dirancang Tepat dan Menyeluruh Perbesar

BANGGAI TERKINI, Jakarta – Isu redenominasi rupiah kembali mengemuka di tengah kondisi makroekonomi Indonesia yang stabil. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai saat ini merupakan momentum yang tepat bagi pemerintah dan Bank Indonesia untuk mulai membahas langkah teknis redenominasi secara serius dan menyeluruh.

“Selama dua dekade terakhir, Indonesia telah membangun landasan makro yang kokoh: inflasi rendah, sistem keuangan stabil, dan kredibilitas kebijakan moneter yang terjaga. Momentum inilah yang jarang datang dua kali, dan ini harus dimanfaatkan,” ujar Fakhrul di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Ia menegaskan, redenominasi bukan sekadar memangkas tiga nol dari nilai rupiah, melainkan penataan sistem pembayaran nasional agar lebih efisien, transparan, dan relevan dengan perkembangan digital ekonomi global.

Menurut Fakhrul, redenominasi tidak hanya menyederhanakan angka, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali satuan “sen” yang dulu dikenal luas di masyarakat.

“Satuan kecil ini penting agar tidak ada nilai yang hilang akibat pembulatan harga ke atas. Ia mencerminkan ketelitian dan keadilan ekonomi dari pedagang pasar hingga ritel modern,” ujarnya.

Kehadiran kembali sistem sen akan menjaga kestabilan harga mikro dan mencegah potensi inflasi yang disebabkan oleh pembulatan nominal.

Fakhrul menekankan, redenominasi hanya bisa berhasil jika dilakukan dalam situasi ekonomi yang stabil. Pengalaman berbagai negara menunjukkan hal itu.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bacaan Lainnya

Rembuk Stunting Desa Kokudang, Plh Kades Komitmen Pertahankan Nol Kasus

12 April 2026 - 19:39 WITA

Desa Kasuari Gelar Rembuk Stunting dan Salurkan BLT Dana Desa Tahap I Tahun 2026

12 April 2026 - 19:26 WITA

Kumpulkan Pengurus Organisasi Keagamaan Islam di NTB, Menteri Nusron Ajak Kerja Sama Selesaikan Sertipikasi Tanah Wakaf

11 April 2026 - 11:23 WITA

Wamen Ossy Saksikan Penyerahan Denda Administratif Rp11,4 Triliun oleh Satgas PKH sebagai Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

11 April 2026 - 11:21 WITA

Muhammad Saleh Gasin Terima Mandat Bentuk Pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Banggai Kepulauan

9 April 2026 - 17:16 WITA

Korupsi APBDes, Eks Kades Matanga Aryando Divonis 3,6 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp569 juta

8 April 2026 - 20:32 WITA

Rekomendasi Artikel di Berita Utama