Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI, Pahlawan Perdamaian Dunia Gugur di Misi UNIFIL Lebanon Berikan Kuliah Umum di UIN Datokarama Palu, Menteri Nusron Bangun Kesadaran Mahasiswa tentang Nilai Ekonomi Tanah Kebijakan WFH ASN, Banggai Laut Masih Menunggu Arahan Bupati Terbukti Korupsi, Eks Kades Tinakin Laut Divonis 3,6 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp500 juta Presiden Prabowo Salat Idul fitri 1447 H di Aceh Tamiang Jaga APBN, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi dan Efisiensi di Berbagai Sektor

Nasional

Indonesia-Malaysia Sepakat Perkuat Pendidikan Anak Migran hingga Stabilitas ASEAN

badge-check


					Indonesia-Malaysia Sepakat Perkuat Pendidikan Anak Migran hingga Stabilitas ASEAN Perbesar

BANGGAI TERKINI, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar annual consultation meeting atau pertemuan konsultasi tahunan dengan Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/7/2025).

Pertemuan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, dari isu bilateral hingga penguatan peran ASEAN dalam menjaga stabilitas kawasan.

Menteri Luar Negeri, Sugiono, dalam keterangannya menjelaskan bahwa diskusi antara kedua pemimpin berlangsung produktif dan penuh semangat kebersamaan. Salah satu topik utama adalah kerja sama pendidikan, khususnya untuk anak-anak pekerja migran Indonesia yang tinggal di Malaysia.

“Telah dibahas pembentukan Community Learning Center bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Semenanjung Malaysia, Sabah, dan Sarawak agar mereka dapat memperoleh akses pendidikan,” jelas Menlu Sugiono.

Selain isu bilateral, pertemuan juga membahas dinamika keamanan di kawasan Asia Tenggara, termasuk eskalasi konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja. Sugiono menegaskan bahwa sejak hari pertama insiden, ASEAN telah aktif melakukan komunikasi dan menyerukan deeskalasi.

“Para Menteri Luar Negeri ASEAN segera berkoordinasi dan mendorong kedua pihak menahan diri. Indonesia juga menyatakan kesiapan mendukung segala upaya demi terciptanya gencatan senjata,” ujarnya.

Menlu menambahkan bahwa penyelesaian persoalan perbatasan antara Thailand dan Kamboja akan ditangani melalui Joint Border Committee, namun ASEAN tetap menekankan prinsip penyelesaian berbasis musyawarah dan kekeluargaan.

“ASEAN percaya bahwa semua persoalan harus diselesaikan melalui pendekatan damai dan kekeluargaan,” tegasnya.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya mempererat hubungan bilateral, terutama di bidang ekonomi. Ia menilai kesamaan budaya dan bahasa menjadi landasan kokoh untuk kerja sama yang memberikan manfaat nyata.

“Persahabatan Indonesia dan Malaysia harus terwujud dalam hubungan ekonomi yang saling menguntungkan demi kesejahteraan rakyat kedua negara,” ungkap Sugiono mewakili Presiden.

Pertemuan ini menjadi bukti komitmen bersama dalam membangun kemitraan yang kokoh dan konstruktif untuk masa depan yang lebih baik di kawasan Asia Tenggara.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bacaan Lainnya

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI, Pahlawan Perdamaian Dunia Gugur di Misi UNIFIL Lebanon

4 April 2026 - 22:38 WITA

Berikan Kuliah Umum di UIN Datokarama Palu, Menteri Nusron Bangun Kesadaran Mahasiswa tentang Nilai Ekonomi Tanah

2 April 2026 - 19:29 WITA

Kebijakan WFH ASN, Banggai Laut Masih Menunggu Arahan Bupati

2 April 2026 - 08:21 WITA

Terbukti Korupsi, Eks Kades Tinakin Laut Divonis 3,6 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp500 juta

1 April 2026 - 15:30 WITA

Presiden Prabowo Salat Idul fitri 1447 H di Aceh Tamiang

21 Maret 2026 - 13:38 WITA

Jaga APBN, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi dan Efisiensi di Berbagai Sektor

20 Maret 2026 - 17:05 WITA

Rekomendasi Artikel di Ekonomi