Menu

Mode Gelap
Perkembangan Perbankan Jadi Salah Satu Indikator Pertumbuhan Ekonomi Banggai Laut Innalillahi! Korban Ketinting Tenggelam di Bokan Kepulauan Ditemukan Meninggal Dunia Satintelkam Polres Banggai Borong Empat Penghargaan Bimtek Pembina PMR Resmi Ditutup, Bupati Sofyan Dorong Perkuat Nilai Kemanusiaan di Kalangan Pelajar Kejari Banggai Laut Musnahkan Barang Bukti 40 Perkara Inkracht Bupati Sofyan Serahkan Sertipikat Tanah ke Kementerian Haji dan Umrah Baggai Laut

Ekonomi

BBM Subsidi Tak Naik Sampai Idulfitri

badge-check

BBM Subsidi Tak Naik Sampai Idulfitri Perbesar

BANGGAI TERKINI, Jakarta – Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite, dan Solar hingga periode Hari Raya Idulfitri 2026, meskipun harga minyak dunia melonjak tajam menembus level USD100 per barel akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, lonjakan harga minyak global yang dipicu ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat belum berdampak pada harga BBM bersubsidi di dalam negeri dalam waktu dekat.
“Sekali lagi saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa gimana menyangkut dengan harga, karena sampai dengan hari raya ini, insya Allah, enggak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi, ya. Untuk subsidi,” ujar Bahlil melalui keterangan resmi,  Senin (9/3/2026).
Menurut Bahlil, pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk merespons lonjakan harga minyak dunia. Namun ia menegaskan bahwa persoalan utama saat ini bukan pada ketersediaan pasokan energi, melainkan pada tekanan harga global.  “Problemnya kita sekarang bukan di stok, stok enggak ada masalah. Sudah ada semuanya. Kita itu sekarang tinggal di harga,” katanya.
Bahlil memastikan, keandalan pasokan BBM nasional tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2026.
Di sisi lain, pemerintah membuka peluang melakukan koordinasi lintas kementerian untuk merespons lonjakan harga minyak yang kini telah jauh melampaui asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Sebagaimana diketahui, asumsi Indonesian Crude Price (ICP) atau harga minyak mentah Indonesia dalam APBN 2026 dipatok senilai USD70 per barel.
Lonjakan harga minyak global terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Harga minyak tercatat melonjak sekitar 25 persen dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2022.
Per Senin (9/3/2026) pukul 11.30 WIB, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Mei 2026 tercatat mencapai USD119,50 per barel. Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman April 2026 naik ke level USD119,48 per barel.
Kenaikan tersebut membuat harga minyak dunia jauh melampaui asumsi ICP dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar USD70 per barel.
Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Bacaan Lainnya

Perkembangan Perbankan Jadi Salah Satu Indikator Pertumbuhan Ekonomi Banggai Laut

2 Juli 2026 - 19:46 WITA

BPS Banggai Laut Kerahkan 75 Orang Petugas Sensus Ekonomi

25 Juni 2026 - 12:34 WITA

PELNI Berikan Diskon Harga Tiket Kapal Hingga 30 Persen

6 Juni 2026 - 11:08 WITA

Operasi Gabungan Bea Cukai Luwuk dan Bapenda Berhasil Sita Ribuan Batang Rokok Ilegal di Banggai Laut

30 Mei 2026 - 12:14 WITA

Rokok Ilegal Masih Banyak Ditemukan di Banggai Laut

30 Mei 2026 - 11:47 WITA

Pastikan Kesesuaian Tata Ruang, Kantah Banggai Laut Tinjau Lapang Pertimbangan Teknis Pertanahan (PTP)

9 Mei 2026 - 08:57 WITA

Rekomendasi Artikel di Ekonomi