BANGGAI TERKINI, Banggai – Dugaan praktik pungli di tubuh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Banggai Laut kini bukan lagi sekadar desas-desus. Berita yang diterbitkan berbagai media lokal di Banggai Laut sibuk diklarifikasi. Meski demikian justru klarifikasi itu membuka tabir dari dalam tubuh Dikpora sendiri.
Dalam pernyataannya disalah satu media Kepala Seksi Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Elce, alih-alih membantah Ia justru mengakui secara terbuka dan terang-terangan adanya “bentuk dukungan kecil” atau “dukungan wajar” dari dana Bantuan Operasional Penyelenggara (BOP) ke staff bidang Paud.
“Sama dengan dia akui ini, mau partisipasi atau apapun itu pungli BOS ataupun BOP kan sudah punya pos peruntukan ini memang budaya korupsi yang dianggap halal,” ujar sumber media ini yang juga pemerhati pendidikan.
Kalimat sederhana itu sontak menjadi pengakuan terbuka yang menampar logika sehat birokrasi. Sebab, istilah “dukungan kecil” atau “dukungan wajar” hanyalah cara halus menyebut setoran alias potongan dari dana yang seharusnya 100 persen diterima untuk sekolah.
“Staff teknis itu sudah digaji tidak ada alasan dorang difasilitasi lewat anggaran program pendidikan. Ini jelas bentuk kejahatan yang di anggap wajar,” tukas dia.
Kini dugaan pungli di Dikpora Banggai Laut tidak lagi dilakukan sembunyi-sembunyi, tapi sudah sistematis dan menjadi rahasia umum yang dibungkus kata “dukungan kecil” dan dianggap wajar oleh Dikpora.
Dengan pernyataan itu tentu Kejaksaan Negeri Banggai Laut tak bisa tinggal diam, turun tangan dan memanggil seluruh pejabat di Dikpora untuk diperiksa secara menyuluruh adalah solusi menghentikan budaya ini.
“Kenapa budaya ini menjadi tidak aneh di Dikpora bisa dipastikan pimpinan OPDnya lalai atau tidak mau tahu, kami minta APH turun audit,” tegasnya.
Sebagai informasi Pungli atau pungutan liar, adalah suatu tindakan meminta sejumlah uang atau imbalan lain oleh aparatur negara atau pihak lain, tanpa dasar peraturan yang sah, dalam proses pelayanan publik atau urusan administratif.
Penulis : Nomo
Editor : –














