BANGGAI TERKINI, Banggai Utara – Pemerintah Desa (Pemdes) Bone Baru, Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut melaksanakan pelatihan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dan Pemberdayaan Perempuan selama dua hari berturut-turut.
Agendanya tak sekadar sosialisasi, melainkan upaya langsung membentengi anak dan perempuan desa dari tindak kekerasan.
Diikuti puluhan warga yang didominasi kaum ibu, pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMD dan P3A), hingga unsur Pemerintah Kecamatan Banggai Utara.
Kepala Desa Bone Baru, Zulfikri J. Kumano, menjelaskan bahwa materi hari pertama dikhususkan pada pencegahan kekerasan anak berbasis komunitas melalui program PATBM. “Di hari pertama, kegiatan bertajuk Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat itu narasumbernya langsung dari Dinas PMD, yaitu Pak Sekdis dan Ibu Kabid P3A,” ujar Zulfikri.

Ia mengatakan masyarakat dibekali pemahaman mendasar mengenai deteksi dini serta langkah perlindungan anak, sehingga peran pengawasan tidak hanya ditumpukan pada instansi pemerintah, tetapi juga tumbuh dari kesadaran lingkungan sekitar.
“Peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak serta meningkatkan kapasitas perempuan di tingkat desa,” ujarnya.
Memasuki hari kedua, kata dia, fokus dialihkan pada peningkatkan pengetahuan dan kesadaran perempuan mengenai hak-haknya, sekaligus mendorong peningkatan peran perempuan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan pembangunan desa. “Di hari kedua, kegiatan bertajuk Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan. Narasumbernya dari Dinas PMD bidang P3A dan Ibu Camat Banggai Utara,” lanjut Kades.

Lewat ruang diskusi ini, Zulfikri menegaskan pihaknya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan sosialisasi, tetapi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta diteruskan kepada masyarakat lainnya.
Melalui agenda ini, Pemdes Bone Baru berharap kapasitas perempuan di desa semakin meningkat dan ruang partisipasi mereka dalam pembangunan desa kian terbuka lebar. “Terwujudnya masyarakat yang peduli terhadap perlindungan anak, menghargai hak-hak perempuan, serta memberikan ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa,” ucapnya.
Kegiatan selama dua hari tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen nyata Pemerintah Desa Bone Baru untuk terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas, edukasi, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. (Haris)























