BANGGAI TERKINI, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto membahas sejumlah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik. Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih pada Selasa (13/11/2026) di Istana Merdeka, Jakarta.
Dalam keterangannya usai pertemuan, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap kesiapan pemerintah dalam mengimplementasikan program bioetanol E20.
“Saya kebetulan dari sektor energi. Bapak Presiden menanyakan kesiapan tentang implementasi daripada E20 dalam rangka mendorong ketahanan energi kita,” jelasnya.
Menurut Bahlil, pemerintah telah menyiapkan rencana strategis pengembangan bioetanol mulai dari E20 hingga E50. Implementasi program tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian, seperti Kementerian ESDM dan Kementerian Pertanian.
“E20 sampai dengan E50 dan kami sudah menyiapkan renstranya. Saya dengan Pak Mentan, karena hulunya itu adalah kolaborasi antara Pak Mentan dengan ESDM. Dan menyangkut dengan B50 tetap kita pertahankan, karena ini adalah geopolitik yang tidak pernah kita tau ujungnya ke mana,” katanya.






















