Menu

Mode Gelap
Sekda Saiful U. Usuria Dampingi Tim Ditjenpas Sulteng Tinjau Lokasi Pembangunan Lapas di Banggai Selatan Wujud Komitmen Perubahan, Kementerian ATR/BPN Tawarkan Optimalisasi Kerja Sama dengan Pemda Se-Lampung Menteri Nusron Apresiasi Yayasan Buddha Tzu Chi atas Dukungan Pembangunan Huntap bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang Menteri Nusron Ajak PWNU dan PCNU Se-Aceh Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf Menteri ATR/Kepala BPN: Transformasi Layanan Pertanahan Harus Berorientasi pada Kepuasan Masyarakat Dua Tahun Berlalu, Proyek Rp5 Miliar TA 2024 Ruas Jalan Alasan-Bontosi Masih jadi Temuan BPK

Banggai Laut

Jejaring Pengampuan Penyakit Stroke dan Kanker, Bupati Sofyan Kaepa Teken MoU dengan Sejumlah RS Ternama di Indonesia

badge-check

Penandatanganan MoU Jejaring Pengampuan penyakit Stroke dan Kanker dengan sejumlah RS ternama di Indonesia (Ist) Perbesar

Penandatanganan MoU Jejaring Pengampuan penyakit Stroke dan Kanker dengan sejumlah RS ternama di Indonesia (Ist)

BANGGAI TERKINI, Banggai – Kabupaten Banggai Laut terus melakukan lompatan-lompatan jauh di bawah kepemimpinan Bupati Sofyan Kaepa dan Wabup Ablit, bagaimana tidak, sejak memimpin 2021 silam, banyak prestasi yang terus ditorehkan, jika beberapa hari lalu Banggai Laut menyabet peringkat satu dalam kepatuhan pelayanan publik oleh Ombudsman.

Kali ini dengan tangan dinginnya Bupati Sofyan Kaepa berinovasi bidang kesehatan dengan ikut menandatangani dua Nota Kesepakataan dengan sejumlah Rumah Sakit ternama di Indonesia.

Dua Nota kesepakatan bidang kesehatan yang itu yakni pertama jejaring pengampuan penyakit stroke bersama Rumah Sakit PON Prof.DR.dr.Mahar Mardjono dan RSU Pusat dr.Wahidin Sudirohusodo. Kedua kerjasama jejaring pengampuan penyakit kanker bersama RS Kanker Dharmais dan RSU Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung.

 

Bupati Sofyan Kaepa juga beberapa Direktur Rumah Sakit itu menandatangani perjanjian kerjasama tersebut bertujuan untuk meningkatkan penanganan medis bagi penderita stroke dan kanker melalui pelayanan yang lebih baik dan akses yang lebih luas.

Perjanjian kerjasama ini mencakup berbagai inisiatif penting, antara lain pengembangan fasilitas kesehatan, pelatihan tenaga medis, dan penyediaan peralatan medis canggih yang dibutuhkan untuk penanganan kedua penyakit tersebut.

Bupati Sofyan Kaepa mengungkapkan dua penyakit ini menjadi momok paling banyak yang menyebabkan gangguan dan kematian di Indonesia, sehingga untuk mencegah itu harus dipersiapkan sedini mungkin fasilitas dan tenaga medisnya. kolaborasi ini sangat diperlukan untuk memberikan penanganan yang tepat dan cepat bagi para pasien.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Bacaan Lainnya

Sekda Saiful U. Usuria Dampingi Tim Ditjenpas Sulteng Tinjau Lokasi Pembangunan Lapas di Banggai Selatan

27 Juli 2026 - 17:14 WITA

Menteri Nusron Ajak PWNU dan PCNU Se-Aceh Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf

27 Juli 2026 - 12:12 WITA

Menteri ATR/Kepala BPN: Transformasi Layanan Pertanahan Harus Berorientasi pada Kepuasan Masyarakat

27 Juli 2026 - 12:11 WITA

Dua Tahun Berlalu, Proyek Rp5 Miliar TA 2024 Ruas Jalan Alasan-Bontosi Masih jadi Temuan BPK

25 Juli 2026 - 15:52 WITA

Rancangan KUA-PPAS 2027, Abd Azis Tekankan Perencanaan Program Harus Berbasis Data Akurat

24 Juli 2026 - 14:07 WITA

Tok! Lima Fraksi DPRD Banggai Laut Setujui Pertanggungjawaban APBD 2025

24 Juli 2026 - 11:42 WITA

Rekomendasi Artikel di Berita Utama