BANGGAI TERKINI, Banggai – Upaya Pemkab Banggai Laut dalam mewujudkan asta cita dan program besar Presiden Prabowo Subianto perlahan dilakukan, selain Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah beroperasi, pada tahun 2026 mendatang Pemkab Banggai Laut telah menyiapkan lahan sekitar 8 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR).
Pernyataan itu disampaikan Bupati Banggai Laut Sofyan Kaepa usai menutup kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru, Rabu (26/11/2025) di Gedung BKPSDM.

“Sudah membebaskan lahan kurang lebih 8 hektar untuk mempersiapkan gedung Sekolah Rakyat. Insya allah tahun depan sudah bisa dilaksanakan,” ujar Bupati.
Meski demikian, Orang nomor satu di Banggai Laut itu tak merinci untuk pembangunan Sekolah Rakyat berada di kecamatan mana.
Sementara itu, dinukil dari situs resmi Kementerian Sosial RI, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan Presiden Prabowo meminta agar program ini terus dimatangkan dan bisa mencakup sebanyak mungkin daerah.
“Pada prinsipnya Presiden meminta apa yang telah kami rencanakan itu terus dimatangkan, ditindaklanjuti, dan sebanyak mungkin daerah,” ucapnya.
Sekolah Rakyat akan menyediakan pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Pemerintah menargetkan peserta didik berasal dari kategori desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Seleksi akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan verifikasi status ekonomi, dilanjutkan dengan tes akademik.
Sekolah Rakyat akan dibuka untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dengan standar pendidikan nasional. Selain mata pelajaran formal, kurikulum juga akan menekankan penguatan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, dan keterampilan.
Gus Ipul menekankan, Sekolah Rakyat merupakan sekolah gratis dan seluruh kebutuhan siswa akan dipenuhi dalam pelaksanaannya. “Sekolah gratis 100 persen. Seragamnya, makan, semua gratis dan ada asramanya untuk tempat tinggal siswa,” ujarnya.
Ia menambahkan, program Sekolah Rakyat tersebut merupakan kolaborasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.
“Ini kerja bersama, Kemensos tidak sendirian,” ujar Gus Ipul.
Sekolah Rakyat diharapkan menjadi model pendidikan inklusif yang mampu mengangkat anak-anak dari keluarga miskin keluar dari lingkaran kemiskinan. Program ini juga menjadi langkah strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.***
Editor : Nomo











