BANGGAI TERKINI, Banggai – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Banggai Laut turun tangan menelusuri informasi terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa sekolah dasar (SD) yang sebelumnya diberitakan.
“Sikap kami tidak ingin ada kekerasan di lingkungan Sekolah dalam bentuk apapun, “ ujar Kepala Dinas Dikpora Rivai Abbas, Kamis (8/10/2026)
Penelusuran dilakukan dengan mendatangi langsung sekolah untuk memastikan kronologi kejadian serta meminta keterangan dari pihak sekolah dan guru yang bersangkutan.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Siti Fatimah Yabi, mengatakan pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung kepada guru yang disebut terlibat dalam peristiwa tersebut.
Menurut Fatimah, berdasarkan keterangan guru yang diperoleh pihak Dikpora, kejadian berlangsung saat para siswa sedang bermain di luar kelas. Ketika jam pelajaran akan dimulai, guru tersebut meminta para siswa yang masih berada diluar agar segera masuk ke dalam kelas.
Saat itu, guru tersebut diketahui sedang membawa serok sampah plastik. Dalam situasi tersebut, serok yang dibawanya disebut mengenai salah seorang siswa.
“Guru tersebut mengatakan tidak mengetahui jika benda yang sedang dibawanya mengenai siswanya,” ujar Fatimah ke wartawan BanggaiTerkini.
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan guru, kejadian tersebut tidak dilakukan dengan sengaja dan tidak dimaksudkan untuk menyakiti atau menganiaya siswanya.
Guru yang bersangkutan juga mengaku baru mengetahui adanya peristiwa tersebut setelah membaca pemberitaan serta setelah pihak Dikpora melakukan penelusuran langsung ke sekolah.
“Dia tidak mengetahui siapa siswa yang terkena benda tersebut. Dia baru tahu setelah membaca berita dan kehadiran pihak Dikpora di sekolah,” jelas Fatimah.
Meski demikian, guru tersebut disebut siap bertanggungjawab apabila kejadian itu menimbulkan dampak terhadap siswa yang bersangkutan. “Dia siap bertanggung jawab, dan juga meminta maaf,” lanjut Fatimah.
Fatimah menegaskan, Dikpora telah melakukan konfirmasi langsung sebagai bagian dari upaya memperoleh gambaran kejadian secara utuh. Ia berharap persoalan tersebut dapat dilihat berdasarkan kronologi serta keterangan dari seluruh pihak yang berkaitan.
“Kami sudah melakukan konfirmasi langsung kepada guru yang bersangkutan,” tandasnya.
Sementara itu Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Banggai Laut, Nur Hatijah, mengatakan pihaknya juga telah turun langsung melihat dan mendampingi korban, Ia menyebut memang dari kondisi fisik telah hilang, dan kasus ini bisa diselesaikan secara internal warga sekolah. Meski demikian, kata dia, ada sisi psikologi anak yang perlu pihaknya dampingi. “Kami akan tetap mendampingi,” ucapnya.
Terpisah Kepala Bidang Pendidikan Dasar Sudiarto Pandis mengatakan PGRI Banggai Laut akan melakukan pendampingan terhadap guru melalui Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI) dan Lembaga Kehormatan Bantuan Hukum LKBH.
Pendampingan ini untuk mempertemukan kedua bela pihak sebagai bentuk keprihatinan atas kejadian tersebut, PGRI menyadari bahwa semua bentuk kekerasan di satuan pendidikan adalah pelanggaran hukum, maka penanganan yang akan di kedepankan adalah mediasi kekeluargaan untuk kebaikan guru dan anak.
“Trauma yang di hadapi murid perlu penanganan secapatnya namun di balik itu guru pun perlu pendampingan yang saat ini bisa saja mengalami trauma akibat dari stegmen media yang berdampak pada pribadi guru tersebut,” ucap Sudiarto.
Inilah yang kemudian, kata dia, PGRI Banggai Laut lakukan sebagai bentuk kepedulian pada satauan pendidikan sehingga guru dan peserta didik dapat terlindungi dari bentuk kekerasan baik guru dengan murid maupun murid sesama murid.
“Kita ingin nembangun sekolah ramah anak yang jauh dari tindakan kekerasan Untuk mempersiapkan generasi emas yang siap menatap masa depan. Generasi yang berkarakter berahlak serta berfikir kritis,” pungkasnya.
Penulis : Nomo
Editor : –
Catatan Redaksi : Identitas anak dan sekolah sengaja tidak disebutkan demi perlindungan anak sesuai peraturan Dewan Pers Nomor: 01/Peraturan-DP/II/2019 tentang Pedoman Pemberitaan Ramah Anak























