Selain manufaktur, sektor pertambangan juga menjadi perhatian. Data BPS menunjukkan sektor pertambangan dan penggalian masih mengalami kontraksi sebesar 1,64 persen (yoy) pada triwulan II 2026, meski harga sejumlah komoditas global masih berada pada level yang relatif tinggi.
Fakhrul menilai kondisi tersebut mengindikasikan bahwa tantangan utama bukan lagi harga komoditas, melainkan hambatan produksi dan kepastian regulasi. “Ketika harga komoditas sedang baik tetapi produksi justru belum mampu tumbuh, berarti terdapat hambatan struktural yang harus segera diselesaikan. Salah satu yang paling sering disampaikan pelaku usaha adalah pentingnya kepastian RKAB dan kepastian regulasi agar investasi maupun produksi dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Ia mengingatkan momentum tingginya harga komoditas tidak akan berlangsung selamanya. Karena itu, Indonesia perlu memanfaatkan kondisi tersebut dengan meningkatkan produksi, investasi, dan ekspor melalui kebijakan yang memberikan kepastian kepada pelaku usaha.
Fakhrul menilai fokus kebijakan ekonomi pada Semester II 2026 perlu diarahkan untuk memperbaiki iklim investasi, khususnya di sektor manufaktur dan pertambangan, agar sektor swasta kembali menjadi sumber pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, ruang fiskal pemerintah memiliki keterbatasan sehingga keberlanjutan pertumbuhan tidak dapat terus mengandalkan belanja negara. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Ruang fiskal memiliki batas, sementara pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan hanya dapat dibangun apabila sektor swasta kembali melakukan ekspansi, menciptakan investasi baru, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kapasitas produksi,” katanya.
Ia menambahkan, manufaktur perlu kembali menjadi motor industrialisasi nasional, sementara sektor pertambangan membutuhkan kepastian regulasi agar mampu memanfaatkan tingginya harga komoditas dunia.
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya bertumpu pada belanja pemerintah, tetapi juga didukung oleh investasi dan ekspansi dunia usaha sehingga menghasilkan pertumbuhan yang lebih kuat, berkualitas, dan berkelanjutan.

















