Menu

Otomatis
Berita Terkini

Ekonomi

Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen Perlu Didorong Sektor Swasta

badge-check

Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen Perlu Didorong Sektor Swasta Perbesar

Selain manufaktur, sektor pertambangan juga menjadi perhatian. Data BPS menunjukkan sektor pertambangan dan penggalian masih mengalami kontraksi sebesar 1,64 persen (yoy) pada triwulan II 2026, meski harga sejumlah komoditas global masih berada pada level yang relatif tinggi.

Fakhrul menilai kondisi tersebut mengindikasikan bahwa tantangan utama bukan lagi harga komoditas, melainkan hambatan produksi dan kepastian regulasi. “Ketika harga komoditas sedang baik tetapi produksi justru belum mampu tumbuh, berarti terdapat hambatan struktural yang harus segera diselesaikan. Salah satu yang paling sering disampaikan pelaku usaha adalah pentingnya kepastian RKAB dan kepastian regulasi agar investasi maupun produksi dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Ia mengingatkan momentum tingginya harga komoditas tidak akan berlangsung selamanya. Karena itu, Indonesia perlu memanfaatkan kondisi tersebut dengan meningkatkan produksi, investasi, dan ekspor melalui kebijakan yang memberikan kepastian kepada pelaku usaha.

Fakhrul menilai fokus kebijakan ekonomi pada Semester II 2026 perlu diarahkan untuk memperbaiki iklim investasi, khususnya di sektor manufaktur dan pertambangan, agar sektor swasta kembali menjadi sumber pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, ruang fiskal pemerintah memiliki keterbatasan sehingga keberlanjutan pertumbuhan tidak dapat terus mengandalkan belanja negara. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Ruang fiskal memiliki batas, sementara pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan hanya dapat dibangun apabila sektor swasta kembali melakukan ekspansi, menciptakan investasi baru, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kapasitas produksi,” katanya.

Ia menambahkan, manufaktur perlu kembali menjadi motor industrialisasi nasional, sementara sektor pertambangan membutuhkan kepastian regulasi agar mampu memanfaatkan tingginya harga komoditas dunia.

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya bertumpu pada belanja pemerintah, tetapi juga didukung oleh investasi dan ekspansi dunia usaha sehingga menghasilkan pertumbuhan yang lebih kuat, berkualitas, dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Bacaan Lainnya

KKP Pastikan Kesiapan SDM Pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih

9 Agu 2026 - 18:03 WITA

KKP Pastikan Kesiapan SDM Pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih

Masyarakat Dapat Jadwal Ukur Tanah yang Lebih Jelas Berkat Layanan Pengukuran Terjadwal

8 Agu 2026 - 09:44 WITA

Masyarakat Dapat Jadwal Ukur Tanah yang Lebih Jelas Berkat Layanan Pengukuran Terjadwal

Raih Popular Government Institutions Award 2026, Kinerja Komunikasi Publik Kementerian ATR/BPN Kembali Diakui

8 Agu 2026 - 09:42 WITA

Raih Popular Government Institutions Award 2026, Kinerja Komunikasi Publik Kementerian ATR/BPN Kembali Diakui

Menteri ESDM Dorong Masyarakat Daerah Turut Kelola Tambang

3 Agu 2026 - 18:01 WITA

Menteri ESDM Dorong Masyarakat Daerah Turut Kelola Tambang

Mulai 17 Agustus, Pemerintah Salurkan Hampir 1 Juta Ton Beras bagi KPM

3 Agu 2026 - 10:42 WITA

Mulai 17 Agustus, Pemerintah Salurkan Hampir 1 Juta Ton Beras bagi KPM

Gerak Cepat Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II yang Terbakar di Laut Jawa

3 Agu 2026 - 10:41 WITA

Gerak Cepat Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II yang Terbakar di Laut Jawa
Rekomendasi Artikel di Nasional