Menu ✖

Otomatis
Berita Terkini

Bangkep

Miris! BPS 2026 : IPM Banggai Kepulauan Masih Menduduki Posisi Terendah se-Sulteng

badge-check

Infografis IPM di Sulawesi Tengah (dok.BPS Sulteng 2026) Perbesar

Infografis IPM di Sulawesi Tengah (dok.BPS Sulteng 2026)

BANGGAI TERKINI, Salakan – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sulawesi Tengah. Hasilnya, Kabupaten Banggai Kepulauan kembali menempati posisi terendah alias menduduki peringkat paling buncit di posisi ke-13 dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.

Dalam data yang dipublikasikan oleh BPS Provinsi Sulawesi Tengah 24 April 2026 lalu menunjukkan, IPM terendah terjadi di Kabupaten Banggai Kepulauan dengan nilai 68,44 selisih tipis dengan Kabupaten Donggala dengan nilai 69,23.

Tentu ini bukan hanya angka semata tetap adanya tantangan besar dalam meningkatkan pembangunan manusia. Selain itu, rendahnya IPM Banggai Kepulauan tidak hanya mencerminkan persoalan teknis, tetapi juga lemahnya koordinasi lintas sektor antara pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Disisi lain IPM Banggai Kepulauan beberapa tahun terakhir memang mengalami tren peningkatan masing-masing pada tahun 2020 berada diangka 65,61; selanjutnya tahun 2021 menjadi 65,82; kemudian 2022 berada di angka 66,30; selanjutnya 2023 menjadi 67,05; tahun 2024 berada diangka 67,65 dan terakhir 2025 dengan angka 68,44.

Meski demikian, peningkatan tersebut tidak mampu mengangkat posisi Banggai Kepulauan dari posisi terendah, hal ini tentu membuka tabir bahwa ketertinggalan struktural masih terjadi di Banggai Kepulauan dibandingkan Kabupaten lain yang ada di Sulawesi Tengah.

Merujuk data itu kenaikan IPM Tahun 2025 terjadi di seluruh kabupaten/kota di provinsi Sulawesi Tengah. Pada tahun 2025, Kota Palu dengan IPM sebesar 84,53 tercatat sebagai daerah di Sulawesi Tengah yang memiliki nilai IPM tertinggi sejak tahun 2016.

Infografis (dok.BPS Sulteng)

Pada posisi kedua, di tahun yang sama, Morowali memperoleh nilai IPM sebesar 74,70. Tingginya nilai IPM di kedua wilayah tersebut didukung oleh sisi ekonomi yang lebih baik dan memadai dibandingkan wilayah lainnya. Diketahui IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar : pertama Kesehatan: diukur melalui Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir; kedua Pengetahuan: diukur dari Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan terakhir Standar Hidup Layak: diukur dari pengeluaran per kapita yang disesuaikan.

Penulis : Nomo
Editor   : –

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Bacaan Lainnya

Jembatan Penghubung di Dusun III Kokudang Rubuh, Akses Warga Terputus

23 Okt 2026 - 12:42 WITA

Jembatan Penghubung di Dusun III Kokudang Rubuh, Akses Warga Terputus

Lima Hari Pencarian, Operasi SAR Nelayan Hilang di Perairan Pulau Burung Resmi Dihentikan

22 Okt 2026 - 09:16 WITA

Lima Hari Pencarian, Operasi SAR Nelayan Hilang di Perairan Pulau Burung Resmi Dihentikan

Pemkab Banggai Kepulauan Jajaki Kolaborasi Multisektor dengan China Investment Association

21 Okt 2026 - 23:41 WITA

Pemkab Banggai Kepulauan Jajaki Kolaborasi Multisektor dengan China Investment Association

Sekda Bangkep Aris Susanto Konsultasi ke Kemendagri, Matangkan Pengajuan TPP ASN

21 Okt 2026 - 23:29 WITA

Sekda Bangkep Aris Susanto Konsultasi ke Kemendagri, Matangkan Pengajuan TPP ASN

Terbukti Korupsi, Eks Kades Kokudang Bokan Kepulauan Divonis 2 Tahun Penjara, Wajib Bayar Uang Pengganti Rp387 Juta

20 Okt 2026 - 09:05 WITA

Terbukti Korupsi, Eks Kades Kokudang Bokan Kepulauan Divonis 2 Tahun Penjara, Wajib Bayar Uang Pengganti Rp387 Juta

Hilang Di Perairan Pulau Burung, Hari Ke-3 Pencarian Om La Ane Masih Nihil

19 Okt 2026 - 19:03 WITA

Hilang Di Perairan Pulau Burung, Hari Ke-3 Pencarian Om La Ane Masih Nihil
Rekomendasi Artikel di Gaya Hidup