Menu

Mode Gelap
Senator Sulteng Andhika Mayrizal Amir dan SAAF Hadirkan Khitanan Massal dan USG Gratis ibu Hamil di Banggai Laut Anggota DPD-RI Andhika Mayrizal Amir dan SAAF Gelar Jumat Berkah di Mansalean Labobo, Bagikan Sembako dan Makan Siang Gratis Putusan Pidana Korupsi Eks Sekwan Bangkep Inkracht, BKPSDM : Sudah ada Usulan Pemecatan PNS Bupati Sofyan Kaepa Lantik Saiful U. Usuria Jadi Sekda Definitif Banggai Laut Setetes Darah untuk Kemanusiaan, Satintelkam Polres Banggai Gelar Donor Darah Musrenbang 2027, Ketua DPRD Patwan Kuba Optimis Pembangunan Tetap Berjalan di Tengah Keterbatasan Fiskal

Sosial Budaya

Kebudayaan Banggai dalam Perspektif Perubahan

badge-check


					Nur Karimah (dok.Pribadi) Perbesar

Nur Karimah (dok.Pribadi)

Oleh : Nur Karimah, S.Ikom

MOMENTUM baru, Festival Malabot Tumbe yang dilaksanakan setahun sekali di Banggai Laut, memberikan warna baru, bagaimana tidak setelah waktu yang panjang posisi Tomundo yang dipegang oleh Plt. Irwan Zaman telah selesai dan kepemimpinan penuh kini dipegang oleh Tomundo sah yang baru.

Hal inilah yang menjadi kebanggaan serta kelegaan, Festival Malabot Tumbe menjadi pagelaran budaya bergengsi dan kebanggan orang banggai, tetapi dibalik kemegahan itu menyimpan banyak tanya yang belum ada jawabannya hingga saat ini.

Representasi dari festival Malabot Tumbe itu sendiri di bagian mananya?

Sebagai masyarakat banggai seharusnya kepekaan dan ketajaman pemikir menjadi tolok ukur, rasa bangga yang hadir hanya sebatas iming-iming belaka sehingga ketika Festival ini berakhir, selesailah sudah. Seolah pertanggung jawaban itu tidak ada (dalam bentuk aksi nyata bukan administrasi arsip). Tujuan sebenarnya dari Festival tersebut TIDAK ADA, kebudayaan yang kita banggakan, pamerkan hanyalah kebohongan.

In seharusnya menjadi perhatian lebih untuk kita semua, terutama pemangku adat, jajaran pemerintahan yang berkuasa di bumi Banggai Laut saat ini.

Jika festival ini hanya menjadi ajang pamer dan meningkatkan pariwisata maka itu hanya kesia-siaan.

Jika ditelusuri kembali beberapa tahun belakangan in Banggai laut sudah cukup terkenal melalui berbagai aset yang ada saat ini, baik itu melalui media lokal, nasional atau internasional. Lalu terletak dimanakah nilai-nilai, tujuan bahkan manfaat yang kita lakukan selama ini?

Bukti nyata yang kita butuhkan, tidak ada. Penulisan ulang sejarah seakan tidak ada dari daftar cita-cita pemerintah setempat, kebudayaan yang seharusnya ada hanyalah ajang setahun sekali, adat istiadat orang banggai hilang serta yang menjadi struggle saat ini adalah bahasa banggai. Hanya sebagian kecil lapisan masyarakat yang bisa membahasakannya pada kehidupan sehari-hari, bahasa yang menjadi pemersatu orang Banggai jaman dulu hilang dimakan ketamakan pemerintah yang hanya mementingkan birokrasi, politiknya kacau bahkan sakit.

Eksternal diperkuat, diperjuangkan, diusahakan namun internalnya rusak. Menyedihkan, menyayat hati, memberi luka yang akan menjadi luka turun temurun.

Jadi bagaimana seharusnya ini semua? PERUBAHAN.

Tidak perlu yang besar, perubahan ada bermula dari hal-hal kecil yang diusahakan. Pelibatan lapisan masyarakat menjadi langkah awal, memberi ruang serta dukungan pada anak muda-mudi yang ingin perubahan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bacaan Lainnya

Senator Sulteng Andhika Mayrizal Amir dan SAAF Hadirkan Khitanan Massal dan USG Gratis ibu Hamil di Banggai Laut

14 Februari 2026 - 19:30 WITA

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dapil Sulteng, Andhika Mayrizal Amir, bersama Syukuran Aminuddin Amir Foundation (SAAF) menggelar kegiatan bakti sosial khitanan massal dan usg gratis ibu hamil

Anggota DPD-RI Andhika Mayrizal Amir dan SAAF Gelar Jumat Berkah di Mansalean Labobo, Bagikan Sembako dan Makan Siang Gratis

13 Februari 2026 - 23:22 WITA

Setetes Darah untuk Kemanusiaan, Satintelkam Polres Banggai Gelar Donor Darah

11 Februari 2026 - 19:45 WITA

Musrenbang 2027, Ketua DPRD Patwan Kuba Optimis Pembangunan Tetap Berjalan di Tengah Keterbatasan Fiskal

11 Februari 2026 - 17:30 WITA

Bupati Sofyan Mulai Jajaki Kerja Sama Hadirkan Pesawat Mendarat di Air (Seaplane) di Banggai Laut

11 Februari 2026 - 13:31 WITA

Buka Musrenbang RKPD, Bupati Sofyan Minta Usulan Program Masuk Dipercepat

11 Februari 2026 - 10:42 WITA

Rekomendasi Artikel di Banggai Laut