Ia menilai, kompetensi dan sertifikasi yang dimiliki auditor perlu diwujudkan dalam praktik kerja yang konsisten, profesional, serta objektif. Karena itu, anggota AAFI diharapkan terus menjaga soliditas dan menjalankan peran masing-masing dengan standar integritas yang sama.
Setyo juga menjelaskan bahwa pemberantasan korupsi oleh KPK dilaksanakan melalui pendekatan penindakan, pencegahan, pendidikan, serta koordinasi dan supervisi. Penindakan tidak hanya bertujuan memberikan efek jera, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mencegah penyimpangan serupa terulang.
Manfaat Transformasi Digital
Ketua Umum AAFI Periode 2026–2029, Endar Priantoro, mengatakan transformasi digital memberikan manfaat bagi efisiensi dan transparansi. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan risiko baru, mulai dari digital fraud, manipulasi data, kejahatan siber, hingga pencucian uang berbasis teknologi.
Menurutnya, modus kecurangan semakin sulit diungkap karena dapat tersembunyi di balik sistem, transaksi, maupun kebijakan yang sepintas terlihat normal. Kondisi tersebut menuntut auditor forensik untuk terus meningkatkan kemampuan analisis dan pembuktian.
“Fraud akan terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi, sehingga menjadi tantangan bagi auditor forensik untuk mengungkap dan membuktikannya secara profesional,” ujar Endar.
Sementara itu, Ketua BPK RI sekaligus Ketua Dewan Pembina AAFI, Isma Yatun, mendorong auditor forensik meningkatkan kompetensi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus tetap diimbangi dengan penerapan nilai-nilai dasar profesi audit.
Independensi, integritas, objektivitas, skeptisisme profesional, dan keberanian menyampaikan kebenaran menjadi prinsip penting untuk menjaga kualitas audit dan investigasi.
Seminar tersebut juga menghadirkan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus sebagai pembicara utama dengan materi Penguatan Kapabilitas Auditor Internal untuk Meningkatkan Tata Kelola dan Pembangunan Berkelanjutan.
Penguatan kapasitas auditor forensik diharapkan dapat membantu pemerintah dan berbagai sektor mendeteksi serta mengungkap kecurangan secara lebih efektif. Kolaborasi lintas lembaga, penggunaan teknologi secara bertanggung jawab, dan penegakan integritas menjadi modal penting untuk menghadapi pola korupsi yang semakin kompleks di era digital.






















