BANGGAI TERKINI, Banggai – SMP Negeri 2 Banggai menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi pencegahan kekerasan serta perundungan (bullying) bagi seluruh siswa, Sabtu (4/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tim Penanganan Kekerasan Sekolah (TPPK) guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
kepala SMP Negeri 2 Banggai Rahma, S.Pd.,Gr,.M.Si menyampaikan kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Sosial Kabupaten Banggai Laut, Mulyani Sasmita, S.ST., M.AP., yang merupakan pekerja sosial anak. Selain itu, turut hadir Pengawas Pembina SMP Negeri 2 Banggai, Harjono Ibrahim, M.Si., bersama dewan guru yang tergabung dalam TPPK.

Dalam pemaparannya, narasumber memberikan edukasi kepada siswa terkait langkah-langkah yang harus dilakukan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan. Ia juga menekankan pentingnya keberanian untuk melapor serta memahami dampak buruk dari tindakan tersebut.
Rahma mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program internal yang sebelumnya telah dijalankan. Namun, kata dia, untuk memperkuat pemahaman siswa, sekolah merasa perlu menghadirkan tenaga profesional yang berpengalaman dalam penanganan kasus kekerasan anak.
“Tujuan utama kami adalah mencegah sedini mungkin terjadinya tindakan yang tidak diinginkan, khususnya di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Diketahui, TPPK SMP Negeri 2 Banggai sebenarnya telah dibentuk sejak dua tahun lalu. Namun, dalam perjalanannya, program tersebut belum berjalan optimal. Kini, sekolah berkomitmen untuk mengaktifkan kembali peran tim tersebut dengan berbagai kegiatan nyata.
Pengawas pembina, Harjono Ibrahim, dalam arahannya menekankan pentingnya peran aktif guru, khususnya tim TPPK, dalam mengawasi dan membina siswa. Ia menyoroti bahwa perilaku perundungan kerap dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti lingkungan keluarga, pergaulan, hingga media sosial.
“Sering kali masalah yang muncul di sekolah sebenarnya berakar dari luar, namun dampaknya terjadi di lingkungan sekolah. Karena itu, peran guru dan tim sangat penting dalam mendeteksi dan mencegah sejak dini,” jelasnya.
Sebagai langkah lanjutan, sekolah juga berencana membentuk Tim Anti-Bullying yang melibatkan siswa secara langsung. Tim ini nantinya bertugas membantu TPPK dalam memberikan informasi, saling mengingatkan antar teman, serta melaporkan kejadian yang mengarah pada tindakan perundungan.
Tim Penanganan Kekerasan di SMP Negeri 2 Banggai sendiri terdiri dari guru-guru serta perwakilan komite sekolah atau orang tua siswa. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat pengawasan serta menciptakan budaya sekolah yang positif.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap siswa semakin memahami bahaya dan konsekuensi hukum dari tindakan perundungan, sehingga ke depan tidak terjadi lagi kasus serupa, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. (Haris)














