Menu

Mode Gelap
Senator Sulteng Andhika Mayrizal Amir dan SAAF Hadirkan Khitanan Massal dan USG Gratis ibu Hamil di Banggai Laut Anggota DPD-RI Andhika Mayrizal Amir dan SAAF Gelar Jumat Berkah di Mansalean Labobo, Bagikan Sembako dan Makan Siang Gratis Putusan Pidana Korupsi Eks Sekwan Bangkep Inkracht, BKPSDM : Sudah ada Usulan Pemecatan PNS Bupati Sofyan Kaepa Lantik Saiful U. Usuria Jadi Sekda Definitif Banggai Laut Setetes Darah untuk Kemanusiaan, Satintelkam Polres Banggai Gelar Donor Darah Musrenbang 2027, Ketua DPRD Patwan Kuba Optimis Pembangunan Tetap Berjalan di Tengah Keterbatasan Fiskal

Sosial Budaya

Tak Maksimal, Pembukaan Festival Tumbe 2025 Diwarnai Kendala Sound System

badge-check


					Pembukaan Festival Tumbe 2025 di Kawasan Taman Kota Banggai Perbesar

Pembukaan Festival Tumbe 2025 di Kawasan Taman Kota Banggai

BANGGAI TERKINI, Banggai – Pembukaan Festival Malabot Tumbe 2025 yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Laut diwarnai kendala teknis.

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Taman Kota Banggai, Senin (1/12/2025) itu resmi dibuka Wakil Bupati Banggai Laut Ablit. Meski begitu, jalannya kegiatan justru dinilai jauh dari kata siap.

Sejumlah tamu undangan serta pengunjung sempat dibuat keheranan. Musababnya, ketika momen paduan suara KORPRI tampil dengan lagu Mars Banggai Laut, sistem tata suara terdengar tidak berfungsi dengan baik.

Tak berhenti disitu. Kondisi ini, semakin diperparah saat Wakil Bupati Ablit membacakan sambutan Gubernur Sulteng Anwar Hafid, sound system berkali-kali berbunyi tidak stabil, bahkan di beberapa bagian suara, muncul dentuman keras berkali-kali.

Kondisi ini tentu menimbulkan kesan minimnya persiapan dari Dinas yang dipimpin Laode Kaimudin tersebut. “Bandingkan dengan sound MTQ yang di Bentean masih lebih baik, padahal kegiatan skala kecil,” tukas salah satu pengunjung dengan nada kecewa.

Selain mengganggu jalannya acara, kekisruhan teknis itu juga terkesan mencoreng wajah Pemerintah Daerah. Ketidaksiapan panitia Festival Tumbe 2025 bahkan seolah “menampar wajah” Pemda Banggai Laut di hadapan publik dan tetamu undangan.

Disisi lain Festival Malabot Tumbe merupakan agenda kebudayaan penting yang selama ini yang dijadikan etalase pariwisata Banggai Laut, justru menjadi panggung ketidakprofesionalan.

Festival Tumbe yang seharusnya menjadi kebanggaan daerah justru tercoreng oleh persoalan teknis yang seharusnya bisa diantisipasi sejak dini.

Sebagai instansi pelaksana, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang dipimpin Laode Kaimudin diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh agar rangkaian kegiatan selanjutnya dapat berjalan lebih baik.

Dengan perencanaan yang lebih matang, festival yang masuk Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025 Kementerian Pariwisata RI ini dapat menjadi etalase budaya yang semakin membanggakan daerah. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bacaan Lainnya

Senator Sulteng Andhika Mayrizal Amir dan SAAF Hadirkan Khitanan Massal dan USG Gratis ibu Hamil di Banggai Laut

14 Februari 2026 - 19:30 WITA

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dapil Sulteng, Andhika Mayrizal Amir, bersama Syukuran Aminuddin Amir Foundation (SAAF) menggelar kegiatan bakti sosial khitanan massal dan usg gratis ibu hamil

Anggota DPD-RI Andhika Mayrizal Amir dan SAAF Gelar Jumat Berkah di Mansalean Labobo, Bagikan Sembako dan Makan Siang Gratis

13 Februari 2026 - 23:22 WITA

Putusan Pidana Korupsi Eks Sekwan Bangkep Inkracht, BKPSDM : Sudah ada Usulan Pemecatan PNS

12 Februari 2026 - 19:33 WITA

Musrenbang 2027, Ketua DPRD Patwan Kuba Optimis Pembangunan Tetap Berjalan di Tengah Keterbatasan Fiskal

11 Februari 2026 - 17:30 WITA

Bupati Sofyan Mulai Jajaki Kerja Sama Hadirkan Pesawat Mendarat di Air (Seaplane) di Banggai Laut

11 Februari 2026 - 13:31 WITA

Peringatan Hari Pers Nasional 2026, Bupati Sofyan Kaepa : Pers adalah Mitra Kritis Mengawal Pembangunan Daerah

9 Februari 2026 - 23:04 WITA

Rekomendasi Artikel di Berita Utama