Menu

Mode Gelap
Musrenbang RKPD, Wabup Ablit Tekankan Pentingnya Sinergitas Antara Pemda dan DPRD Mantan Kades Matanga Ariyando Dituntut 3,6 Tahun Penjara, Jaksa Tuntut Uang Pengganti Rp560 juta BBM Subsidi Tak Naik Sampai Idulfitri Tak Setor Hasil Jualan 227 Juta ke Perusahaan, Sales di Luwuk Ditangkap Polisi Anggota DPRD Munawan Desak RDP Soal Polemik Distribusi BBM Subsidi di Bokan Kepulauan dan Labobo Presiden Prabowo Gelar Pertemuan Strategis di Hambalang Bahas Pangan, Energi, dan Idulfitri

Sosial Budaya

Tak Maksimal, Pembukaan Festival Tumbe 2025 Diwarnai Kendala Sound System

badge-check


					Pembukaan Festival Tumbe 2025 di Kawasan Taman Kota Banggai Perbesar

Pembukaan Festival Tumbe 2025 di Kawasan Taman Kota Banggai

BANGGAI TERKINI, Banggai – Pembukaan Festival Malabot Tumbe 2025 yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Laut diwarnai kendala teknis.

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Taman Kota Banggai, Senin (1/12/2025) itu resmi dibuka Wakil Bupati Banggai Laut Ablit. Meski begitu, jalannya kegiatan justru dinilai jauh dari kata siap.

Sejumlah tamu undangan serta pengunjung sempat dibuat keheranan. Musababnya, ketika momen paduan suara KORPRI tampil dengan lagu Mars Banggai Laut, sistem tata suara terdengar tidak berfungsi dengan baik.

Tak berhenti disitu. Kondisi ini, semakin diperparah saat Wakil Bupati Ablit membacakan sambutan Gubernur Sulteng Anwar Hafid, sound system berkali-kali berbunyi tidak stabil, bahkan di beberapa bagian suara, muncul dentuman keras berkali-kali.

Kondisi ini tentu menimbulkan kesan minimnya persiapan dari Dinas yang dipimpin Laode Kaimudin tersebut. “Bandingkan dengan sound MTQ yang di Bentean masih lebih baik, padahal kegiatan skala kecil,” tukas salah satu pengunjung dengan nada kecewa.

Selain mengganggu jalannya acara, kekisruhan teknis itu juga terkesan mencoreng wajah Pemerintah Daerah. Ketidaksiapan panitia Festival Tumbe 2025 bahkan seolah “menampar wajah” Pemda Banggai Laut di hadapan publik dan tetamu undangan.

Disisi lain Festival Malabot Tumbe merupakan agenda kebudayaan penting yang selama ini yang dijadikan etalase pariwisata Banggai Laut, justru menjadi panggung ketidakprofesionalan.

Festival Tumbe yang seharusnya menjadi kebanggaan daerah justru tercoreng oleh persoalan teknis yang seharusnya bisa diantisipasi sejak dini.

Sebagai instansi pelaksana, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang dipimpin Laode Kaimudin diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh agar rangkaian kegiatan selanjutnya dapat berjalan lebih baik.

Dengan perencanaan yang lebih matang, festival yang masuk Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025 Kementerian Pariwisata RI ini dapat menjadi etalase budaya yang semakin membanggakan daerah. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bacaan Lainnya

Musrenbang RKPD, Wabup Ablit Tekankan Pentingnya Sinergitas Antara Pemda dan DPRD

12 Maret 2026 - 20:46 WITA

Mantan Kades Matanga Ariyando Dituntut 3,6 Tahun Penjara, Jaksa Tuntut Uang Pengganti Rp560 juta

12 Maret 2026 - 13:56 WITA

Tak Setor Hasil Jualan 227 Juta ke Perusahaan, Sales di Luwuk Ditangkap Polisi

11 Maret 2026 - 17:22 WITA

Anggota DPRD Munawan Desak RDP Soal Polemik Distribusi BBM Subsidi di Bokan Kepulauan dan Labobo

11 Maret 2026 - 10:55 WITA

Presiden Prabowo Gelar Pertemuan Strategis di Hambalang Bahas Pangan, Energi, dan Idulfitri

10 Maret 2026 - 12:19 WITA

Berkas Lengkap, Kasus Pencabulan di Bangkurung Dilimpahkan ke Kejaksaan

9 Maret 2026 - 23:24 WITA

Rekomendasi Artikel di Peristiwa