Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI, Pahlawan Perdamaian Dunia Gugur di Misi UNIFIL Lebanon Berikan Kuliah Umum di UIN Datokarama Palu, Menteri Nusron Bangun Kesadaran Mahasiswa tentang Nilai Ekonomi Tanah Kebijakan WFH ASN, Banggai Laut Masih Menunggu Arahan Bupati Terbukti Korupsi, Eks Kades Tinakin Laut Divonis 3,6 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp500 juta Presiden Prabowo Salat Idul fitri 1447 H di Aceh Tamiang Jaga APBN, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi dan Efisiensi di Berbagai Sektor

Ekonomi

Pemda Bangkep Diharapkan Cerdas Kelola Potensi dan Risiko Kemitraan dengan FreeNow China untuk Pembangunan Ekonomi Lokal

badge-check


					Banner Pangkalan FreeNow Coconut Grove di Banggai Kepulauan(Istimewa) Perbesar

Banner Pangkalan FreeNow Coconut Grove di Banggai Kepulauan(Istimewa)

Saleh Gasin menyarankan agar harga tersebut juga mencakup penyesuaian inflasi agar petani tidak dirugikan oleh fluktuasi harga yang tidak terkendali.

Selain itu, penting bagi Pemda untuk memastikan bahwa tenaga kerja lokal diberikan kesempatan untuk berperan dalam proyek ini. Menghindari ketergantungan pada tenaga kerja luar daerah atau luar negeri akan memperkuat perekonomian lokal dan menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi warga Bangkep.

Dalam hal penguasaan lahan, Saleh Gasin memperingatkan kemungkinan pengambilalihan lahan produktif oleh perusahaan dengan harga murah. Pemda Bangkep harus menetapkan batasan tegas mengenai tanah yang bisa dimiliki atau disewa oleh perusahaan, agar petani lokal tidak kehilangan akses terhadap lahan mereka.

Menghadapi potensi ini, Pemda Bangkep harus segera menyusun regulasi yang matang dan merumuskan kebijakan yang jelas sebelum kemitraan dengan Perusahaan FreeNow Cina berjalan lebih jauh. Tanpa pengelolaan yang hati-hati, kemitraan ini bisa berisiko merugikan masyarakat dan mengancam keberlanjutan ekonomi daerah.

Peluang ini tidak hanya penting bagi perekonomian Bangkep, tetapi juga bagi kesejahteraan petani lokal. Oleh karena itu, kebijakan yang diambil harus mempertimbangkan transparansi, keadilan, dan keberlanjutan, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak, terutama petani kelapa yang menjadi aktor utama dalam kolaborasi ini.***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bacaan Lainnya

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI, Pahlawan Perdamaian Dunia Gugur di Misi UNIFIL Lebanon

4 April 2026 - 22:38 WITA

Berikan Kuliah Umum di UIN Datokarama Palu, Menteri Nusron Bangun Kesadaran Mahasiswa tentang Nilai Ekonomi Tanah

2 April 2026 - 19:29 WITA

Kebijakan WFH ASN, Banggai Laut Masih Menunggu Arahan Bupati

2 April 2026 - 08:21 WITA

Terbukti Korupsi, Eks Kades Tinakin Laut Divonis 3,6 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp500 juta

1 April 2026 - 15:30 WITA

Presiden Prabowo Salat Idul fitri 1447 H di Aceh Tamiang

21 Maret 2026 - 13:38 WITA

Jaga APBN, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi dan Efisiensi di Berbagai Sektor

20 Maret 2026 - 17:05 WITA

Rekomendasi Artikel di Ekonomi