Menu

Mode Gelap
Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng Gelar Raker dengan Pemkab Banggai Kepulauan, Perkuat Sinergitas Lewat Program “9 Berani” Kejari Banggai Laut Geledah Kantor PDAM Paisu Moute Terkait Dugaan Korupsi RELIMA Gelar Kegiatan Membaca Nyaring di Perpustakaan BCF Lestari Bersama Anak-Anak di Bone Baru Jadi Pembentang Bendera HUT ke-80 RI di Sulteng, Fernaldo Kiwol Bikin Bangga Banggai Laut Merah Putih di Langit Banggai Laut, Khidmat Upacara HUT ke-80 RI Merdeka? Atau Hanya Ilusi yang Dirayakan Saban Tahun

Sulteng

Tata Ruang Jadi Panglima, Forum Koordinasi Sulawesi Tegaskan Sinkronisasi RPJMD dan RDTR

badge-check


					Tata Ruang Jadi Panglima, Forum Koordinasi Sulawesi Tegaskan Sinkronisasi RPJMD dan RDTR Perbesar

BANGGAI TERKINI, Palu – Forum Koordinasi Pembangunan Wilayah Berbasis Penataan Ruang Pulau Sulawesi digelar di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (10/7/2025), dengan semangat membangun visi bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam penguatan tata ruang yang berkelanjutan dan adil.

Acara ini dihadiri langsung oleh Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, dan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Prof. Aris Mardani.

Turut hadir para gubernur dari seluruh provinsi di Sulawesi dan Papua Barat Daya, termasuk Gubernur Sulteng Anwar Hafid, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulbar Suardi Duka, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, dan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kampo, bersama para kepala daerah kabupaten/kota.

Forum ini menekankan pentingnya penyelarasan RPJMD provinsi dan kabupaten/kota dengan RPJMN 2025–2029, serta percepatan penyusunan dan legalisasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk mendorong investasi yang bertanggung jawab secara spasial.

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, menegaskan bahwa tantangan terbesar kepala daerah saat ini adalah menegakkan disiplin tata ruang di tengah derasnya arus investasi yang sering kali melanggar zonasi.

“Kami para kepala daerah menghadapi dilema besar: mempertahankan tata ruang yang benar, namun juga dituntut menghadirkan investasi. Jika menolak karena zonasi dilanggar, kami dicap tidak ramah investasi,” ujar Anwar.

“Karena itu, kami butuh penguatan dan payung hukum yang jelas agar bisa bertindak tegas,” tambahnya.

Menko AHY menyampaikan pandangan strategisnya bahwa urusan tanah dan tata ruang adalah fondasi dari seluruh aspek pembangunan nasional.

“Walaupun saya hanya menjabat 8 bulan sebagai Menteri ATR/BPN sebelumnya, saya sungguh merasakan bahwa tanpa kejelasan soal tanah, tak mungkin ada pembangunan berkelanjutan,” ujar AHY.

“Kita ini hidup, tumbuh, dan kembali ke tanah. Maka ruang harus diatur, tidak bisa dibiarkan tumpang tindih dan saling rebut,” lanjutnya.

Facebook Comments Box

Dilarang keras mengambil atau menayangkan ulang foto dan artikel di atas untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis redaksi BanggaiTerkini.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bacaan Lainnya

Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng Gelar Raker dengan Pemkab Banggai Kepulauan, Perkuat Sinergitas Lewat Program “9 Berani”

26 Agustus 2025 - 09:37 WITA

RELIMA Gelar Kegiatan Membaca Nyaring di Perpustakaan BCF Lestari Bersama Anak-Anak di Bone Baru

21 Agustus 2025 - 03:45 WITA

Jadi Pembentang Bendera HUT ke-80 RI di Sulteng, Fernaldo Kiwol Bikin Bangga Banggai Laut

17 Agustus 2025 - 21:39 WITA

Merah Putih di Langit Banggai Laut, Khidmat Upacara HUT ke-80 RI

17 Agustus 2025 - 10:32 WITA

Merdeka? Atau Hanya Ilusi yang Dirayakan Saban Tahun

16 Agustus 2025 - 11:10 WITA

Lima Tahun Bekerja, Bupati Sofyan Kaepa Antar Banggai Laut Bebas Desa Tertinggal

16 Agustus 2025 - 10:08 WITA

Rekomendasi Artikel di Banggai Laut