Menu ✖

Otomatis
Berita Terkini

Bukit Tinakin Darat

DPRD Banggai Laut Desak Perjalanan Dinas OPD Dievaluasi

badge-check

Anggota DPRD Banggai Laut, Syamsul F. Latif (Ist) Perbesar

Anggota DPRD Banggai Laut, Syamsul F. Latif (Ist)

BANGGAI TERKINI, Banggai – Banyaknya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait belanja perjalanan dinas di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banggai Laut.

DPRD meminta perjalanan dinas di setiap OPD dievaluasi dan dibatasi hanya untuk kepentingan yang benar-benar mendesak.

Desakan tersebut disampaikan Anggota DPRD Banggai Laut, Syamsul F. Latif, dalam rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Banggai Laut Tahun Anggaran 2025, Selasa (21/7/2026).

Syamsul menilai evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan dinas perlu segera dilakukan, terutama perjalanan dinas ke luar daerah yang dinilai belum memberikan manfaat optimal. “Perlu dilakukan evaluasi, apalagi yang hanya melakukan pendampingan saja,” tegas Syamsul.

Ia tidak merinci OPD yang dimaksud. Namun, menurutnya, pengawasan terhadap belanja perjalanan dinas harus diperketat sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD. Salah satu usulan yang disampaikan yakni penerapan mekanisme persetujuan melalui Bupati, Wakil Bupati, atau Sekretaris Daerah sebelum perjalanan dinas dilaksanakan.

“Ini menjadi fungsi kontrol kami juga sebagai DPRD,” ujarnya. Menanggapi hal itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Banggai Laut, Abd Rasid Pandei, mengatakan persoalan perjalanan dinas telah menjadi diskusi intens ditingkat eksekutif.

Menurutnya, evaluasi terus dilakukan menyusul masih adanya temuan BPK yang saban tahun berulang. “Kami tidak masa bodoh dan tidak berdiam diri terhadap kondisi ini. Dari tahun ke tahun masih ada temuan dalam LHP BPK, perjalanan dinas, honorarium, barang dan jasa,” katanya.

Rasid menambahkan, pemerintah daerah terus mengkaji mekanisme pengawasan yang lebih efektif. Menurutnya, penerapan sistem satu pintu pun belum tentu sepenuhnya dapat menghilangkan potensi penyimpangan.

“Ini perlu diskusikan lebih keras dan lebih dalam lagi, sebab jika disatu pintukan apakah tidak ada lagi yang nakal ?,” imbuhnya.

Di sisi lain, Rasid menyebut realisasi APBD Tahun Anggaran 2025 memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Banggai Laut menunjukkan tren peningkatan.

“Artinya, APBD 2025 memberikan efek terhadap perekonomian daerah. Belanja pemerintah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Penulis: Nomo
Editor : –

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Bacaan Lainnya

Terbukti Korupsi, Eks Kades Kokudang Bokan Kepulauan Divonis 2 Tahun Penjara, Wajib Bayar Uang Pengganti Rp387 Juta

20 Okt 2026 - 09:05 WITA

Terbukti Korupsi, Eks Kades Kokudang Bokan Kepulauan Divonis 2 Tahun Penjara, Wajib Bayar Uang Pengganti Rp387 Juta

Hilang Di Perairan Pulau Burung, Hari Ke-3 Pencarian Om La Ane Masih Nihil

19 Okt 2026 - 19:03 WITA

Hilang Di Perairan Pulau Burung, Hari Ke-3 Pencarian Om La Ane Masih Nihil

Propam Polda Sulteng Periksa Dua Personil Polisi, Diduga Terlibat Bisnis BBM Subsidi

19 Okt 2026 - 16:17 WITA

Propam Polda Sulteng Periksa Dua Personil Polisi, Diduga Terlibat Bisnis BBM Subsidi

Nelayan asal Desa Lampa Banggai Laut Hilang Melaut, Basarnas Dikerahkan

17 Okt 2026 - 19:48 WITA

Nelayan asal Desa Lampa Banggai Laut Hilang Melaut, Basarnas Dikerahkan

JA Kena Ancaman 2,6 Tahun Penjara, Tiga Tersangka Lainnya Ancaman 5 Tahun Penjara

17 Okt 2026 - 09:28 WITA

JA Kena Ancaman 2,6 Tahun Penjara, Tiga Tersangka Lainnya Ancaman 5 Tahun Penjara

Kasus Jamil, Polres Banggai Laut Resmi Tetapkan 4 Orang Jadi Tersangka

16 Okt 2026 - 16:49 WITA

Kasus Jamil, Polres Banggai Laut Resmi Tetapkan 4 Orang Jadi Tersangka
Rekomendasi Artikel di Peristiwa