Menu

Mode Gelap
Warga Desa Palam Ditemukan Tewas, Diketahui saat Dijenguk Aparat Desa Kepala Kantah Banggai Laut Hadiri Pembinaan oleh Wamen Ossy Dermawan Mantap! Pjs Kades Kokudang Suharman Bergerak Cepat Selesaikan Gaji Aparat Desa Pastikan Kesesuaian Tata Ruang, Kantah Banggai Laut Tinjau Lapang Pertimbangan Teknis Pertanahan (PTP) Peralihan Arsip Pertanahan Elektronik sebagai Sebuah Keniscayaan, Sekjen ATR/BPN: Harus Dikelola dengan Baik Wakil Ketua DPRD Jamaludin R. Bunsiang Pimpin Paripurna Pembahasan Dua Raperda

Bangkep

Hasil Uji Lab di Palu Keluar, Dugaan Keracunan Susu MBG Ramadhan di Desa Ambelang Dipastikan Aman

badge-check


					Menu kering MBG selama Ramadhan 1447 H (Ist) Perbesar

Menu kering MBG selama Ramadhan 1447 H (Ist)

BANGGAI TERKINI, Salakan – Hasil pemeriksaan laboratorium Balai POM Palu terkait dugaan kasus keracunan susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadhan di Desa Ambelang, Kecamatan Tinangkung, Banggai Kepulauan oleh mitra SPPG Batara Annajah Salakan dua bulan silam yang sempat viral akhirnya dirilis. Minggu, (3/5/2026).

Berdasarkan hasil uji lab tersebut, produk susu yang dikonsumsi para siswa dinyatakan aman dan memenuhi standar kesehatan.

Ahli gizi, Salsabila Firdauziah, mengungkapkan bahwa susu UHT dengan nomor bets 01A 19:16 dan tanggal kedaluwarsa 31 Oktober 2026 telah melalui serangkaian pengujian menyeluruh.

“Secara keseluruhan, produk susu ini dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) sesuai Permenkes No. 2 Tahun 2023 serta standar kesehatan lainnya yang berlaku,” jelas Salsa menunjukan hasil lab tersebut.

Ahli Gizi Salsabila Firdauziah (dok. Pribadi)

Hasil pengujian mikrobiologi memperkuat temuan tersebut. Tidak ditemukan adanya kontaminasi bakteri patogen berbahaya dalam sampel yang diperiksa. Uji terhadap mikroorganisme seperti Salmonella, Listeria , Escherichia coli (E. coli), dan Staphylococcus menunjukkan hasil yang berada di bawah ambang batas aman.

“Seluruh parameter mikrobiologi yang diuji menunjukkan hasil negatif atau berada dalam batas aman. Ini menegaskan bahwa produk susu tersebut layak konsumsi dari sisi keamanan pangan,” ujarnya.

Dengan demikian, hasil laboratorium secara tegas menyimpulkan bahwa dugaan keracunan yang sebelumnya terjadi tidak bersumber dari produk susu UHT dalam program MBG tersebut.

Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menarik kesimpulan tanpa dasar ilmiah. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat menimbulkan keresahan.

Lebih lanjut, Salsa juga menyebutkan bahwa gejala yang dialami sebagian siswa kemungkinan disebabkan oleh faktor lain, salah satunya intoleransi laktosa kondisi di mana tubuh tidak mampu mencerna laktosa dalam susu dengan baik, yang dapat menimbulkan gangguan pencernaan seperti mual, kembung, hingga diare.

Sementara itu, mitra SPPG Batara Annajah Salakan turut mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum diketahui kebenaran maupun validitasnya. “Masyarakat tidak perlu takut terhadap isu yang beredar tanpa dasar yang jelas. Kami memastikan bahwa setiap MBG yang dibagikan kepada siswa telah melalui proses quality control yang sangat ketat sebelum didistribusikan,” tandasnya.

Penulis : Nomo
Editor : –

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bacaan Lainnya

Warga Desa Palam Ditemukan Tewas, Diketahui saat Dijenguk Aparat Desa

13 Mei 2026 - 14:57 WITA

Kepala Kantah Banggai Laut Hadiri Pembinaan oleh Wamen Ossy Dermawan

11 Mei 2026 - 14:17 WITA

Mantap! Pjs Kades Kokudang Suharman Bergerak Cepat Selesaikan Gaji Aparat Desa

11 Mei 2026 - 07:51 WITA

Pastikan Kesesuaian Tata Ruang, Kantah Banggai Laut Tinjau Lapang Pertimbangan Teknis Pertanahan (PTP)

9 Mei 2026 - 08:57 WITA

Peralihan Arsip Pertanahan Elektronik sebagai Sebuah Keniscayaan, Sekjen ATR/BPN: Harus Dikelola dengan Baik

7 Mei 2026 - 20:54 WITA

Wakil Ketua DPRD Jamaludin R. Bunsiang Pimpin Paripurna Pembahasan Dua Raperda

7 Mei 2026 - 20:01 WITA

Rekomendasi Artikel di Berita Utama