BANGGAI TERKINI, Salakan – Hasil pemeriksaan laboratorium Balai POM Palu terkait dugaan kasus keracunan susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadhan di Desa Ambelang, Kecamatan Tinangkung, Banggai Kepulauan oleh mitra SPPG Batara Annajah Salakan dua bulan silam yang sempat viral akhirnya dirilis. Minggu, (3/5/2026).
Berdasarkan hasil uji lab tersebut, produk susu yang dikonsumsi para siswa dinyatakan aman dan memenuhi standar kesehatan.
Ahli gizi, Salsabila Firdauziah, mengungkapkan bahwa susu UHT dengan nomor bets 01A 19:16 dan tanggal kedaluwarsa 31 Oktober 2026 telah melalui serangkaian pengujian menyeluruh.

“Secara keseluruhan, produk susu ini dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) sesuai Permenkes No. 2 Tahun 2023 serta standar kesehatan lainnya yang berlaku,” jelas Salsa menunjukan hasil lab tersebut.

Ahli Gizi Salsabila Firdauziah (dok. Pribadi)
Hasil pengujian mikrobiologi memperkuat temuan tersebut. Tidak ditemukan adanya kontaminasi bakteri patogen berbahaya dalam sampel yang diperiksa. Uji terhadap mikroorganisme seperti Salmonella, Listeria , Escherichia coli (E. coli), dan Staphylococcus menunjukkan hasil yang berada di bawah ambang batas aman.
“Seluruh parameter mikrobiologi yang diuji menunjukkan hasil negatif atau berada dalam batas aman. Ini menegaskan bahwa produk susu tersebut layak konsumsi dari sisi keamanan pangan,” ujarnya.
Dengan demikian, hasil laboratorium secara tegas menyimpulkan bahwa dugaan keracunan yang sebelumnya terjadi tidak bersumber dari produk susu UHT dalam program MBG tersebut.
Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menarik kesimpulan tanpa dasar ilmiah. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat menimbulkan keresahan.
Lebih lanjut, Salsa juga menyebutkan bahwa gejala yang dialami sebagian siswa kemungkinan disebabkan oleh faktor lain, salah satunya intoleransi laktosa kondisi di mana tubuh tidak mampu mencerna laktosa dalam susu dengan baik, yang dapat menimbulkan gangguan pencernaan seperti mual, kembung, hingga diare.
Sementara itu, mitra SPPG Batara Annajah Salakan turut mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum diketahui kebenaran maupun validitasnya. “Masyarakat tidak perlu takut terhadap isu yang beredar tanpa dasar yang jelas. Kami memastikan bahwa setiap MBG yang dibagikan kepada siswa telah melalui proses quality control yang sangat ketat sebelum didistribusikan,” tandasnya.
Penulis : Nomo
Editor : –














