Selain itu, Pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong sisi permintaan domestik dan menjaga sektor eksternal untuk memitigasi risiko global. Dari sisi permintaan diantaranya yaitu dengan meluncurkan paket stimulus ekonomi. Untuk menjaga sektor eksternal, Pemerintah mengoptimalisasi kebijakan DHE, mengoptimalkan negosiasi dagang dan melakukan perluasan CEPA/FTA.
Lebih jauh, terkait dengan tekanan industri padat karya akibat kebijakan tarif dagang negara tujuan ekspor, Pemerintah telah meluncurkan skema Kredit Industri Padat Karya untuk merevitalisasi peralatan dan mesin produksi.

Secara global, posisi Indonesia saat ini semakin strategis dengan pendekatan politik luar negeri bebas aktif yang memungkinkan kerja sama dengan berbagai negara. Indonesia kini aktif dalam berbagai forum ekonomi besar dunia seperti G20, BRICS, RCEP, dan ASEAN, serta tengah mengupayakan aksesi ke OECD dan CPTPP.
“Selanjutnya, saya ucapkan selamat kepada APINDO atas pelaksanaan Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional ke-34. Semoga dengan demikian seluruh APINDO bisa sejalan. Karena saya lihat APINDO ini kan semuanya the champion di industri masing-masing. Jadi para champion ini harusnya menjadi penggerak di daerah masing-masing. Saya optimis kalau seluruh pengusaha yang ada di ruangan ini optimis, maka target pertumbuhan yang diharapkan Pemerintah saya rasa kita bisa sampai,” pungkas Menko Airlangga.











