Menu

Mode Gelap
Respon Cepat Pemda Banggai Laut, Bupati Sofyan Serahkan 1 Unit Rumah ke Warga Terdampak Bencana Mantap! Perkuat Akurasi Data Tunggal Sosial, Pemdes Bone Baru Mulai Pemutakhiran DTSEN Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Banggai Laut, Bupati Sofyan Kaepa Minta Segera Bentuk PMR di Sekolah Se-Banggai Laut Pegawai Kantah Banggai Laut Ikuti Sharing Session Penyusuan SKP 2026 Sinergi Kemanusiaan, Kantor Pertanahan Banggai Laut Hadiri Pelantikan Pengurus PMI Banggai Laut 2026-2030 Warga Bokan, Bangkurung, dan Labobo Terbantu, Senator Andhika Amir & Yayasan SAAF Sediakan Rumah Singgah Gratis Keluarga Pasien RSUD Banggai

Nasional

Mulyanto Sesalkan Impor Migas dari Singapura Semakin Meningkat

badge-check


					Mulyanto Sesalkan Impor Migas dari Singapura Semakin Meningkat Perbesar

BANGGAI TERKINI, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menyesalkan nilai impor Migas (Minyak dan Gas) nasional dari Singapura yang semakin hari bukan semakin berkurang, melainkan semakin meningkat. Menurutnya, hal ini merupakan kabar buruk bagi pengelolaan Migas nasional.

 

Hal tersebut diungkapkannya menyusul rencana Menteri ESDM yang akan menaikkan impor BBM menjadi sebesar 850 ribu barel per hari (bph), terutama dari Singapura. “Pemerintah jangan manut saja didikte oleh mafia migas. Harus ada upaya untuk melepas ketergantungan impor migas. Paling tidak impor migas ini harus terus-menerus dikurangi. Jangan sampai pemerintah tersandera oleh mafia impor migas,” ungkap Mulyanto dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, di Jakarta, Kamis (25/4/2024).

 

Untuk itu, lanjut Politisi dari Fraksi PKS ini, perlu adanya terobosan berarti terkait upaya pembangunan dan pengelolaan kilang minyak nasional di tanah air. Pasalnya, Sejak Orde Baru belum ada tambahan pembangunan kilang minyak baru, sementara rencana pembangunan Kilang Minyak Tuban, sampai hari ini tidak ada kemajuan yang berarti.

 

“Masa kita kalah dan tergantung pada Singapura, karena kita tidak punya fasilitas blending dan storage untuk mencampur BBM”

 

“Masa kita kalah dan tergantung pada Singapura, karena kita tidak punya fasilitas blending dan storage untuk mencampur BBM. Padahal sumber Migas kita tersedia cukup besar dibandingkan mereka,” tambahnya.

 

Mulyanto berharap Pemerintah mendatang perlu lebih serius menyelesaikan masalah ini. Hal itu jika memang ingin mengurangi defisit transaksi berjalan sektor migas serta melepas ketergantungan pada Singapura. Diketahui, Singapura dan Malaysia memiliki banyak fasilitas blending dan storage yang memungkinkan untuk mencampur berbagai kualitas BBM yang diproduksi dari berbagai kilang dunia, untuk menghasilkan BBM yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

 

“Karena kita tidak memiliki fasilitas ini maka kita terpaksa mengimpor BBM sesuai dengan spesifikasi kebutuhan kita dari negara jiran tersebut,” pungkasnya.

 

Untuk diketahui, produksi minyak nasional saat ini hanya mencapai sekitar 600 ribu barel per hari, sementara kebutuhan mencapai 840 ribu barel per hari. Kekurangan tersebut harus ditutupi melalui impor, dengan 240 ribu barel per hari berasal dari minyak mentah dan 600 ribu barel per hari dari BBM. (ayu/rdn)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bacaan Lainnya

Mantap! Perkuat Akurasi Data Tunggal Sosial, Pemdes Bone Baru Mulai Pemutakhiran DTSEN

30 April 2026 - 20:56 WITA

Pegawai Kantah Banggai Laut Ikuti Sharing Session Penyusuan SKP 2026

29 April 2026 - 13:25 WITA

Sinergi Kemanusiaan, Kantor Pertanahan Banggai Laut Hadiri Pelantikan Pengurus PMI Banggai Laut 2026-2030

29 April 2026 - 13:19 WITA

Warga Bokan, Bangkurung, dan Labobo Terbantu, Senator Andhika Amir & Yayasan SAAF Sediakan Rumah Singgah Gratis Keluarga Pasien RSUD Banggai

29 April 2026 - 12:49 WITA

Kantor Pertanahan Banggai Laut Bersama Maxima Klinik & Laboratorium Gelar MCU Seluruh Pegawai

28 April 2026 - 13:15 WITA

Pimpinan Korps Adhyaksa Sulteng Berganti, Bupati Sofyan Kaepa Hadiri Malam Pengantar Tugas Kajati Nuzul Rahmat

27 April 2026 - 13:08 WITA

Rekomendasi Artikel di Banggai Laut