BANGGAI TERKINI, Banggai – Pemerintah Kabupaten Banggai Laut memproyeksikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2027 mencapai Rp594.620.220.000 atau Rp594 miliar naik tipis dari APBD tahun 2026 Rp585 miliar.
Dalam proyeksi yang dipaparkan Bupati Sofyan Kaepa pada paripurna Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2027, Kamis (23/7/2026) itu struktur pendapatan daerah masih didominasi pendapatan transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp550 miliar.
Sementara Pendapatn Asli Daerah (PAD), Pemkab memproyeksikan Rp39 miliar, selanjutnya lain-lain pendapatan daerah yang sah diproyeksikan Rp4,3 miliar.

Dari sisi belanja, Bupati Sofyan berujar Pemkab Banggai Laut memproyeksikan sebesar Rp590 miliar dengan rincian masing-masing belanja operasi Rp487 miliar, kemudian belanja modal Rp19 miliar; belanja tidak terduga Rp1.5 miliar dan terakhir belanja transfer sebesar Rp82 miliar. “Adapun penerimaan pembiayaan dari Silpa Rp 0; dan pengeluaran pembiayaan berasal dari penyertaan modal Rp4 miliar,” ungkapnya.
Ia menjelaskan berdasarkan peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah, bahwa kepala daerah memformulasikan perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kua ke dalam Rancangan KUA serta PPAS berdasarkan RKPD yang kemudian disampaikan kepada DPRD untuk dibahas bersama dan disepakati menjadi KUA dan PPAS.

“Dokumen inilah yang nantinya menjadi acuan dalam penyusunan RKA-SKPD dan penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2027,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Banggai Laut itu menuturkan penyusunan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 diarahkan pada lima prioritas pembangunan daerah tahun 2027 yang menjadi fokus utama dalam penyusunan program dan kegiatan masing-masing
1. Pengembangan industri pengolahan hasil agromaritim ;
2. Fasilitasi aksesibilitas permodalan dan pemasaran produk lokal;
3. Inovasi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal (kuliner, wisata budaya, dan bahari);
4. Pembangunan pusat promosi dan distribusi produk lokal;
5. Penguatan pelaku usaha perempuan dan generasi muda dalam pengembangan ekonomi lokal.
Penulis : Nomo
Editor : –














