Menu

Mode Gelap
Berikan Kuliah Umum di UIN Datokarama Palu, Menteri Nusron Bangun Kesadaran Mahasiswa tentang Nilai Ekonomi Tanah Kebijakan WFH ASN, Banggai Laut Masih Menunggu Arahan Bupati Terbukti Korupsi, Eks Kades Tinakin Laut Divonis 3,6 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp500 juta Presiden Prabowo Salat Idul fitri 1447 H di Aceh Tamiang Jaga APBN, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi dan Efisiensi di Berbagai Sektor Salurkan 100 Paket Sembako, Yayasan Inovasi Muda Mandiri Banggai Laut Hadirkan Kebahagiaan Ramadhan

Bangkep

Hasi Uji Sampel Keracunan MBG Bangkep, BPOM Palu Temukan Kadar Histamin pada Ikan

badge-check


					Siswa keracunan MBG di Banggai Kepulauan sedang dirawat di RSUD Trikora Salakan (Istimewa) Perbesar

Siswa keracunan MBG di Banggai Kepulauan sedang dirawat di RSUD Trikora Salakan (Istimewa)

BANGGAI TERKINI, Palu – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palu mengungkapkan hasil uji laboratorium terkait kasus keracunan massal pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep). Dari pemeriksaan sampel makanan, ditemukan kadar histamin pada ikan, terutama jenis tuna dan sejenisnya.

Dinukil dari CNN Indonesia, Kepala BPOM Palu, Mardianto, menjelaskan bahwa selain kadar histamin, pihaknya juga menemukan sejumlah parameter tidak memenuhi syarat, baik dari sisi kimia maupun mikrobiologi.

“Hasil uji kami temukan memang ada kadar histamin, terutama pada ikan tuna dan sejenisnya. Namun, untuk penetapan penyebab keracunan, kewenangannya ada pada Dinas Kesehatan. BPOM hanya melakukan pemeriksaan sampel makanan berdasarkan permintaan,” jelas Mardianto.

Ia menegaskan, BPOM sebatas menyerahkan hasil pengujian kepada pihak pemohon. Selanjutnya, Dinas Kesehatan yang akan menetapkan apakah keracunan tersebut disebabkan faktor kimia, mikro atau gabungan keduanya.

Sekadar diketahui kadar histamin yang tinggi dalam makanan, seperti ikan yang tidak disimpan dengan benar, dapat menyebabkan keracunan histamin (juga disebut keracunan scombroid).

Keracunan histamin adalah suatu kondisi yang memicu gejala mirip alergi seperti ruam, sakit kepala, mual, dan diare. Histamin terbentuk dari aktivitas bakteri yang mengubah asam amino histidin dalam ikan. Pencegahannya meliputi penyimpanan ikan pada suhu rendah, pemilihan ikan segar, dan penanganan ikan yang benar.

Penulis : Nomo
Editor : –

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bacaan Lainnya

Terbukti Korupsi, Eks Kades Tinakin Laut Divonis 3,6 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp500 juta

1 April 2026 - 15:30 WITA

Mantan Kades Matanga Ariyando Dituntut 3,6 Tahun Penjara, Jaksa Tuntut Uang Pengganti Rp560 juta

12 Maret 2026 - 13:56 WITA

Tak Setor Hasil Jualan 227 Juta ke Perusahaan, Sales di Luwuk Ditangkap Polisi

11 Maret 2026 - 17:22 WITA

Berkas Lengkap, Kasus Pencabulan di Bangkurung Dilimpahkan ke Kejaksaan

9 Maret 2026 - 23:24 WITA

Dorong Pemberdayaan Nelayan, KNTI Banggai Kepulauan Gelar FGD Pengelolaan Bersama Kawasan Nelayan Pesisir

7 Maret 2026 - 22:10 WITA

Dugaan Keracunan MBG Ramadhan di Ambelang & Tompudau, Ini Penjelasan Ahli Gizi SPPG Batara Annajah Salakan!

2 Maret 2026 - 19:23 WITA

Rekomendasi Artikel di Bangkep