BANGGAI TERKINI, Banggai – Setelah lima hari melakukan penyisiran intensif, operasi Search and Rescue (SAR) terhadap La Ane (55), nelayan asal Desa Lampa, kawasan Tinakin Darat, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, resmi dihentikan pada Rabu (21/10/2026) sore. Korban dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan Pulau Burung.
Penghentian operasi pencarian ini disepakati setelah Tim SAR Gabungan menggelar musyawarah bersama pihak keluarga korban dan pemerintah setempat pada pukul 17.00 WITA.
La Ane berangkat melaut seorang diri pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 08.00 WITA dari Desa Tinakin Laut menuju perairan Pulau Burung. Korban terakhir kali terlihat oleh sesama nelayan pada Senin (12/10/2026) pukul 07.00 WITA saat tengah bersiap menangkap ikan di atas perahunya.
Secara kebiasaan, La Ane biasanya kembali ke darat dalam waktu 3 hingga 4 hari. Namun, hingga tenggat waktu tersebut, korban tidak kunjung pulang. Karena tidak membawa alat komunikasi, keberadaan korban tidak dapat dipastikan.
Upaya awal pencarian mandiri oleh pihak keluarga dan nelayan setempat pun tidak berbuah hasil, hingga akhirnya dilaporkan resmi ke Basarnas pada Sabtu (17/10/2026).
Sejak laporan diterima, Tim SAR Gabungan langsung mengerahkan personel dan armada untuk melakukan penyisiran. Pada hari terakhir pencarian, Rabu (21/10/2026), tim melanjutkan penyisiran mulai pukul 07.00 WITA.
Pihak keluarga turut membantu pencarian menggunakan satu unit perahu dengan menyisir pulau-pulau kecil di sekitar lokasi kejadian. Namun hingga sore hari, keberadaan korban maupun perahunya masih nihil.
Mengingat batas waktu pencarian standar dan pertimbangan teknis di lapangan, operasi pencarian secara mandiri dan terpadu ditutup. Meski demikian, tim tetap melakukan langkah antisipasi tingkat lanjut.
Basarnas mengimbau kepada seluruh pengguna jasa transportasi laut maupun nelayan yang melintas di perairan Pulau Burung dan sekitarnya untuk segera melaporkan ke pihak berwajib apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.(*)























