Menu

Otomatis
Berita Terkini

Bangkep

Laut Sama Nasib Berbeda, Nelayan Tradisional dan Bayang-Bayang Kapal Pajeko di Banggai Kepulauan

badge-check

Laut Sama Nasib Berbeda, Nelayan Tradisional dan Bayang-Bayang Kapal Pajeko di Banggai Kepulauan Perbesar

NELAYAN tradisional di Banggai Kepulauan sejak lama dikenal sebagai kelompok yang sabar dan setia menjaga laut. Dengan alat tangkap sederhana, mereka bertahan sambil memegang teguh kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Namun, di tengah peringatan Hari Nelayan setiap 6 April, realitas yang dihadapi justru menunjukkan ketimpangan yang kian nyata ruang tangkap mereka perlahan terdesak oleh kehadiran kapal dengan alat tangkap modern, seperti kapal pajeko.

Secara regulasi, negara sejatinya telah memberikan perlindungan bagi nelayan kecil. Dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, ditegaskan bahwa nelayan kecil berhak memperoleh prioritas akses di wilayah tangkap tertentu. Ketentuan ini diperkuat melalui Permen KP Nomor 18 Tahun 2021 tentang penempatan alat penangkapan ikan, yang mengatur bahwa kapal berukuran kecil beroperasi hingga 4 mil laut dari garis pantai, sementara kapal dengan kapasitas lebih besar dan alat tangkap modern diarahkan beroperasi di atas batas tersebut.

Bagi wilayah seperti Banggai Kepulauan, aturan ini bukan sekadar norma, melainkan kebutuhan mendasar. Kondisi geografis berupa gugusan pulau yang saling berdekatan menjadikan ruang laut terbatas. Zona 0–4 mil adalah ruang hidup utama bagi nelayan tradisional. Ketika kapal pajeko masuk ke wilayah ini, bukan hanya terjadi pelanggaran aturan, tetapi juga ancaman langsung terhadap keberlangsungan hidup nelayan kecil.

Dampaknya pun kian terasa. Nelayan tradisional mengeluhkan penurunan hasil tangkapan akibat persaingan yang tidak seimbang. Selain itu, penggunaan alat tangkap skala besar berpotensi mengganggu keberlanjutan sumber daya ikan jika tidak dikendalikan. Dalam situasi seperti ini, potensi konflik menjadi tak terhindarkan. Gesekan antar nelayan dapat terjadi, mulai dari protes hingga benturan langsung di laut. Jika dibiarkan, konflik ini berisiko berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih luas di masyarakat pesisir.

Padahal, sektor perikanan memiliki peran strategis bagi perekonomian daerah. Nelayan tradisional berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan lokal sekaligus keberlanjutan ekosistem laut. Di sisi lain, kapal modern seperti pajeko turut mendorong peningkatan produksi perikanan, memperkuat distribusi, dan mendukung pendapatan daerah. Keduanya memiliki peran penting, namun harus diatur secara adil agar tidak saling menyingkirkan.

Momentum Hari Nelayan 6 April semestinya menjadi refleksi bersama bahwa laut adalah ruang hidup yang harus dikelola dengan prinsip keadilan. Karena itu, langkah konkret perlu segera dilakukan: memperkuat pengawasan di wilayah 0–4 mil, menegakkan hukum terhadap pelanggaran zonasi, membuka ruang dialog antara nelayan tradisional dan pelaku perikanan modern, serta meningkatkan program pemberdayaan nelayan kecil melalui dukungan alat tangkap ramah lingkungan, akses permodalan, dan peningkatan kapasitas.

Pada akhirnya, laut Banggai bukan hanya tentang hasil tangkapan, melainkan tentang keadilan dan keberlanjutan. Di laut yang sama, setiap nelayan berhak atas ruang hidup yang layak. Hari Nelayan bukan sekadar peringatan, tetapi panggilan untuk memastikan bahwa mereka yang paling setia menjaga laut tidak lagi menjadi pihak yang terpinggirkan.

*) Penulis Doni Setiawan Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI)
Banggai Kepulauan

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Bacaan Lainnya

KNTI Banggai Kepulauan Gelar Dialog Tenurial Kebijakan dan Pelantikan Pengurus di Basis Desa dan Cabang Kecamatan

13 Agu 2026 - 20:44 WITA

KNTI Banggai Kepulauan Gelar Dialog Tenurial Kebijakan dan Pelantikan Pengurus di Basis Desa dan Cabang Kecamatan

Perdana, Gengs Jogging Banggai Laut Ikut Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81

13 Agu 2026 - 14:25 WITA

Perdana, Gengs Jogging Banggai Laut Ikut Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81

Kejaksaan Negeri Banggai Laut Pantau Setiap Pemberitaan Terkait Temuan BPK Sulteng

8 Agu 2026 - 19:40 WITA

Kejaksaan Negeri Banggai Laut Pantau Setiap Pemberitaan Terkait Temuan BPK Sulteng

Jaksa Resmi Banding Vonis NM, SF dan ASD, Kasus Korupsi PDAM Banggai Laut Berlanjut

8 Agu 2026 - 11:36 WITA

Jaksa Resmi Banding Vonis NM, SF dan ASD, Kasus Korupsi PDAM Banggai Laut Berlanjut

Kemarau Picu Kebakaran, 11 Hektare Lahan di Pulau 3B Bakalan Hangus Dilalap Si Jago Merah

8 Agu 2026 - 10:02 WITA

Kemarau Picu Kebakaran, 11 Hektare Lahan di Pulau 3B Bakalan Hangus Dilalap Si Jago Merah

Kantah Banggai Laut Teken PKS dan Serah Terima Sertipikat Perum Bulog

8 Agu 2026 - 09:40 WITA

Kantah Banggai Laut Teken PKS dan Serah Terima Sertipikat Perum Bulog
Rekomendasi Artikel di Gaya Hidup