BANGGAI TERKINI, Banggai -Seorang siswa di salah satu Sekolah di Banggai Laut mengalami luka robek bagian pergelangan tangan hingga harus mendapatkan penanganan medis berupa jahitan, usai diserang temannya sendiri menggunakan pisau jenis cutter, Rabu (14/10/2026).
Insiden tersebut dipicu hal sepele. Kedua pelajar diduga terlibat aksi saling ejek saat sedang mengupas mangga. Salah seorang pelaku yang merasa tersinggung lantas menyerang korban menggunakan pisau pengupas mangga.
Pihak sekolah memberikan klarifikasi resmi terkait kronologi kejadian yang berlangsung pada siang hari tersebut. Pihak sekolah menegaskan bahwa saat kejadian informasi yang diterima guru dan satpam berbeda atas pengakuan sang murid.
Awalnya, salah satu guru melihat korban dalam kondisi berdarah dan langsung menanyakan penyebabnya. Namun, siswa tersebut menjawab bahwa dirinya hanya jatuh.
“Guru yang lihat langsung mengarahkan anak itu ke ruang UKS atau melapor ke guru piket dan wali kelas,” ungkap pihak sekolah saat memberikan keterangan.
Sementara itu saat ingin keluar Satpam mengaku melihat korban hendak keluar lingkungan sekolah bersama temannya dengan alasan ingin berobat ke puskesmas.
Saat ditanya Satpam mengenai lukanya, siswa tersebut kembali memberikan alasan berbeda. “Si anak jawab lukanya kena pisau karena lagi mengupas mangga. Jadi Satpam kasih izin keluar,” lanjut pihak sekolah.
Tak lama berselang, datang seorang ibu bersama pria ke sekolah. Si ibu mencari anaknya. Belakangan diketahui anaknyalah yang melukai temannya.
Pria yang mendampingi ibu tersebut menjelaskan persoalan yang sebenarnya dan diketahui kedua siswa yang terlibat perselisihan tersebut sebenarnya masih memiliki hubungan kekerabatan dan sama-sama berasal dari Desa yang sama.
Setelah proses klarifikasi singkat, mereka meninggalkan lokasi. “Tadi pagi satpam lihat si siswa yang luka, bagimana sudah kamu pe urusan? Dia jawab so aman pak,” ungkapnya.
Atas kejadian ini, keluarga korban meminta agar pihak sekolah memperketat kembali pengawasan serta tata tertib terkait perilaku peserta didik di lingkungan sekolah, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari.
Sementara pihak sekolah menegaskan jika sejak awal siswa jujur mengaku terluka akibat diserang dengan cutter, penanganan dan proses penindakan pasti sudah dilakukan sejak hari kejadian.
“Kalau seandainya dari kemarin mereka bilang luka karena cutter gara-gara baku iris, pasti so diproses dari kemarin,” pungkas pihak sekolah.
Penulis : Nomo
Editor : –
Catatan Redaksi : Identitas anak baik pelaku dan korban serta sekolah sengaja tidak disebutkan demi perlindungan anak sesuai peraturan Dewan Pers Nomor: 01/Peraturan-DP/II/2019 tentang Pedoman Pemberitaan Ramah Anak





















