Menu ✖

Otomatis
Berita Terkini

Berita Utama

Kualitas Udara di Banggai Laut dan Banggai Kepulauan Memburuk, Masuk Kategori “Sangat Tidak Sehat”

badge-check

Kabut asap di Pelabuhan Rakyat Banggai, Banggai Laut. FOTO : Nomo/BanggaiTerkini Perbesar

Kabut asap di Pelabuhan Rakyat Banggai, Banggai Laut. FOTO : Nomo/BanggaiTerkini

BANGGAI TERKINI, Banggai – Kualitas udara disebabkan kabut asap karhutla di Kabupaten Banggai Laut dan Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah beberapa hari terakhir masuk kategori serius.

Pemantauan dari platform penyedia data kualitas udara global pada hari Rabu (14/10/2026) menunjukan indeks polusi udara berada pada tingkatan yang perlu diwaspadai.

Berdasarkan data dari laman AccuWeather.com, Air Quality Index (AQI) atau Indeks Kualitas Udara di Banggai Laut bahkan sampai menyentuh angka 203 AQI 65 µg/m³.

Sementara di Banggai Kepulauan tepatnya di Salakan berada di angka 208 AQI 100 µg/m³. Kedua AQI ini dikategorikan sebagai status “Sangat Tidak Sehat” dengan parameter polutan utama berupa Particulate Matter PM2.5.

PM2.5 merupakan partikel polutan mikroskopis atau partikulat halus yang berukuran 2,5 mikron atau kurang sekitar 30 kali lebih kecil dibandingkan diameter sehelai rambut manusia. Polutan ini terdiri atas campuran partikel padat dan tetesan cairan yang melayang di udara.

Karena ukurannya yang sangat kecil, partikel PM2.5 sangat mudah terhirup dan mampu menembus jauh ke dalam paru-paru hingga memasuki aliran darah.

Kabut asap di Salakan Banggai Kepulauan. FOTO : Darma/BanggaiTerkini

Paparan polutan ini dapat memicu dampak kesehatan yang serius, terutama pada organ vital seperti paru-paru dan jantung.

Efek jangka pendek maupun panjang dari keterpaparan PM2.5 meliputi timbulnya batuk, kesulitan bernapas, serangan asma parah, hingga risiko berkembangnya penyakit pernapasan kronis.

Atas kondisi tersebut, efek buruk terhadap kesehatan diperkirakan akan langsung dirasakan oleh kelompok rentan atau sensitif, seperti anak-anak, lansia, wanita hamil, serta individu dengan riwayat penyakit pernapasan dan jantung.

Sementara itu, bagi masyarakat umum yang sehat, tebalnya kabut asap ini berpotensi menyebabkan iritasi tenggorokan dan kesulitan bernapas.

Warga dihimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah serta mengenakan masker apabila terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan.

Penulis : Nomo
Editor : –

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Bacaan Lainnya

Kabut Asap Karhutla Mulai Kepung Banggai Laut dan Banggai Kepulauan

13 Okt 2026 - 17:01 WITA

Kabut Asap Karhutla Mulai Kepung Banggai Laut dan Banggai Kepulauan

Tinggal Sendiri, Wanita Muda di Dodung Banggai Laut Nyaris Jadi Korban Pemerkosaan

13 Okt 2026 - 14:56 WITA

Tinggal Sendiri, Wanita Muda di Dodung Banggai Laut Nyaris Jadi Korban Pemerkosaan

Timur Tengah Memanas, Kemenhaj RI Himbau Jemaah Umrah Waspada

13 Okt 2026 - 09:27 WITA

Timur Tengah Memanas, Kemenhaj RI Himbau Jemaah Umrah Waspada

Terbukti Korupsi, Mantan Kades Kaukes Bokan Divonis 2 Tahun Penjara

12 Okt 2026 - 20:27 WITA

Terbukti Korupsi, Mantan Kades Kaukes Bokan Divonis 2 Tahun Penjara

Waduh! Tak Diberi “Jatah”, Pria di Banggai Tega Bacok Istrinya

12 Okt 2026 - 17:20 WITA

Waduh! Tak Diberi “Jatah”, Pria di Banggai Tega Bacok Istrinya

BMKG Prediksi Awal Musim Hujan di Banggai Kepulauan dan Banggai Laut Baru akan Terjadi di Maret 2027

12 Okt 2026 - 14:27 WITA

BMKG Prediksi Awal Musim Hujan di Banggai Kepulauan dan Banggai Laut Baru akan Terjadi di Maret 2027
Rekomendasi Artikel di Bangkep