BANGGAI TERKINI, Salakan – Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Banggai Kepulauan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Selasa (3/11/2026).
Upacara tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati Banggai Kepulauan, Wakil Bupati, Bupati Morowali Utara, sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah se-Sulawesi Tengah, pimpinan DPRD, unsur Forkopimda, jajaran aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pelajar, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Zudan menyampaikan ucapan selamat atas perjalanan 27 tahun Kabupaten Banggai Kepulauan. Ia menyebut usia tersebut sebagai momentum bagi daerah untuk semakin matang dan mempercepat pembangunan.
“Atas nama pribadi dan sebagai Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-27 kepada Kabupaten Banggai Kepulauan,” ujar Zudan.
Menurut dia, usia 27 tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang yang diwarnai berbagai dinamika, perjuangan, dan kerja bersama dalam membangun daerah. Karena itu, Banggai Kepulauan tidak boleh lagi hanya belajar berjalan, tetapi harus mulai berlari lebih cepat.
Ia juga menyampaikan penghormatan kepada para perintis, pendiri, dan pemimpin terdahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan Kabupaten Banggai Kepulauan.
Zudan mengingatkan bahwa pembangunan daerah harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan lebih dari 130 ribu masyarakat. Potensi unggulan daerah, terutama sektor kelautan, perikanan, pariwisata, dan produk lokal, perlu dikelola secara berkelanjutan.
Ia menyinggung sejarah masyarakat Banggai Kepulauan yang dikenal sebagai pelaut tangguh. Laut, menurut dia, sejak dahulu bukan menjadi pemisah, melainkan jalan penghubung antarmasyarakat.
Semangat tersebut, kata Zudan, harus diwariskan kepada generasi muda untuk menghadapi perubahan zaman, terutama perkembangan teknologi digital serta peluang ekonomi hijau dan ekonomi biru.
“Generasi muda Banggai Kepulauan harus lebih cerdas membaca perubahan zaman. Kekayaan alam yang dimiliki daerah ini harus dikelola dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan semangat kebersamaan,” katanya.
Selain kekayaan alam, Zudan menilai kerukunan, toleransi, dan persatuan masyarakat merupakan modal terbesar dalam menjaga keberlangsungan pembangunan daerah. Ia mengapresiasi masyarakat yang selama ini mampu mempertahankan suasana aman dan damai di tengah keberagaman.
Dalam kesempatan itu, Zudan juga memberikan pesan khusus kepada ASN. Menurut dia, jabatan merupakan amanah yang harus diukur dari seberapa besar manfaat dan dampak pelayanan yang dirasakan masyarakat.
Ia meminta aparatur pemerintah menjadikan setiap kritik, keluhan, dan pengaduan masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik.
Zudan menekankan enam hal penting dalam pelayanan pemerintahan. Pertama, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kedua, memastikan pelayanan berlangsung cepat, mudah, dan dilakukan dengan hati yang bersahabat.
Ketiga, tidak boleh ada masyarakat yang merasa salah pintu ketika mengurus pelayanan. ASN harus membantu mengarahkan warga ke unit pelayanan yang tepat. Keempat, pemerintah harus aktif mendatangi masyarakat melalui pelayanan jemput bola dan pemanfaatan teknologi digital.
Kelima, ASN harus hadir langsung di tengah masyarakat untuk memahami persoalan dan kesulitan yang dihadapi warga. Keenam, birokrasi harus berani mencoba berbagai inovasi demi menghadirkan pelayanan yang semakin baik.
“Jangan membuat masyarakat datang berkali-kali. Negara harus hadir mendatangi warga melalui pelayanan bergerak dan pemanfaatan teknologi digital,” tegasnya.
Ia juga mengajak DPRD, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk terus menyatukan visi pembangunan sesuai dengan rencana pembangunan daerah. Menurut dia, pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Kepada para pelajar dan mahasiswa, Zudan berpesan agar tidak membatasi cita-cita. Ia mendorong generasi muda menuntut ilmu setinggi mungkin, menguasai teknologi, membangun jaringan, dan kembali berkontribusi bagi kemajuan kampung halaman.
Zudan turut mengajak sekitar 6.000 ASN di Banggai Kepulauan menjadi duta promosi potensi daerah melalui media sosial. Pantai, Danau Kaca, ubi Banggai, serta berbagai produk unggulan lokal perlu diperkenalkan lebih luas agar mampu menarik perhatian wisatawan dan membuka peluang ekonomi masyarakat.
Menutup sambutannya, Zudan mengajak seluruh masyarakat menjadikan HUT ke-27 sebagai titik tolak untuk memperkuat persatuan, mengoptimalkan kekayaan darat dan laut, serta meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.
“Ombak boleh tinggi, angin boleh kencang, tetapi perahu Banggai Kepulauan tidak akan pernah karam. Syaratnya, nakhoda dan seluruh awak kapal harus mendayung bersama-sama, dengan kekompakan dan penuh rasa cinta,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa masa depan Banggai Kepulauan bergantung pada persatuan, kepemimpinan, dan kerja nyata seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan daerah yang maju, sejahtera, merata, dan berkelanjutan.(*)






















