Menu

Mode Gelap
Mendes PDT Dorong Penguatan Desa Tematik Berbasis Potensi Lokal di Banggai Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan Rembuk Stunting Desa Kokudang, Plh Kades Komitmen Pertahankan Nol Kasus Desa Kasuari Gelar Rembuk Stunting dan Salurkan BLT Dana Desa Tahap I Tahun 2026 Kumpulkan Pengurus Organisasi Keagamaan Islam di NTB, Menteri Nusron Ajak Kerja Sama Selesaikan Sertipikasi Tanah Wakaf Wamen Ossy Saksikan Penyerahan Denda Administratif Rp11,4 Triliun oleh Satgas PKH sebagai Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Nasional

Perdagangan RI-AS Menguat, Presiden Pastikan Prioritas Tetap pada Kepentingan Rakyat

badge-check


					Perdagangan RI-AS Menguat, Presiden Pastikan Prioritas Tetap pada Kepentingan Rakyat Perbesar

BANGGAI TERKINI, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan hasil komunikasi langsung dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai penurunan tarif ekspor Indonesia ke pasar Amerika.

Hal itu disampaikan kepada awak media sesaat setelah tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Presiden Prabowo menyebut bahwa negosiasi dengan Presiden Trump berlangsung alot, namun akhirnya mencapai kesepakatan penurunan tarif dari 32 persen menjadi 19 persen.

Alhamdulillah, kita akhirnya mencapai titik temu. Kita saling memahami kepentingan masing-masing negara,” ujar Presiden.

Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap pekerja Indonesia adalah prioritas dalam setiap keputusan perdagangan. “Yang penting bagi saya adalah rakyat saya. Saya harus lindungi pekerja-pekerja kita,” tegasnya.

Dalam dialog itu, Presiden juga menyebut Donald Trump sebagai sosok negosiator yang tangguh. Meski begitu, ia memastikan bahwa Indonesia akan terus menjalankan diplomasi dagang yang konsisten dan strategis.

Presiden Prabowo juga menyinggung rencana pembelian pesawat dari produsen Amerika, Boeing, sebagai bagian dari upaya memperkuat maskapai nasional Garuda Indonesia.

“Garuda adalah kebanggaan kita, lahir dalam perjuangan kemerdekaan. Garuda harus kembali menjadi lambang Indonesia yang kuat,” tegasnya.

Selain membahas ekspor, Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia masih membutuhkan sejumlah impor strategis dari Amerika Serikat, termasuk bahan bakar minyak (BBM), gas, gandum, dan kedelai. Ia menilai bahwa kerja sama ini merupakan bentuk keseimbangan kepentingan dua negara.

“Pertemuan kita dengan mereka membuahkan hasil konkret karena dua kepentingan bertemu: kita butuh beberapa impor strategis, dan mereka juga menginginkan pasar kita. Ini bentuk keseimbangan dagang yang saling menguntungkan,” pungkasnya.

Dengan hasil pertemuan ini, Presiden Prabowo menegaskan bahwa diplomasi ekonomi Indonesia terus mengedepankan prinsip keadilan, keberanian, dan perlindungan terhadap kepentingan nasional.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bacaan Lainnya

Mendes PDT Dorong Penguatan Desa Tematik Berbasis Potensi Lokal di Banggai

14 April 2026 - 08:30 WITA

Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan

14 April 2026 - 08:26 WITA

Rembuk Stunting Desa Kokudang, Plh Kades Komitmen Pertahankan Nol Kasus

12 April 2026 - 19:39 WITA

Desa Kasuari Gelar Rembuk Stunting dan Salurkan BLT Dana Desa Tahap I Tahun 2026

12 April 2026 - 19:26 WITA

Kumpulkan Pengurus Organisasi Keagamaan Islam di NTB, Menteri Nusron Ajak Kerja Sama Selesaikan Sertipikasi Tanah Wakaf

11 April 2026 - 11:23 WITA

Wamen Ossy Saksikan Penyerahan Denda Administratif Rp11,4 Triliun oleh Satgas PKH sebagai Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

11 April 2026 - 11:21 WITA

Rekomendasi Artikel di Nasional