Menu

Mode Gelap
Mantap! 1.500 Pengguna Disiapkan Nikmati WiFi Gratis di Taman Kota Banggai Laut Inovasi Dinas Kominfo, WiFi Gratis Hadir di Taman Kota Banggai Laut, Warga Kini Bebas Akses Internet 5,5 Ton BBM Subsidi asal Banggai Laut Diduga Diselundupkan Didukung KONI Banggai Laut, Persatuan Catur Banggai Laut Gelar Turnamen Doni Setiawan Terpilih Jadi Ketua KNTI Banggai Kepulauan Per Desember 2025, Kejari Banggai Laut Sudah Selamatkan Uang Negara Rp5.5 Miliar

Banggai Laut

Tanggapi Kades Diduga Bungkam Kritik Warga, Ketua DPRD Patwan Kuba: Kritik Itu Nutrisi, Bukan Ancaman

badge-check


					Ketua DPRD Banggai Laut, Patwan Kuba,SH,MH (dok.pribadi) Perbesar

Ketua DPRD Banggai Laut, Patwan Kuba,SH,MH (dok.pribadi)

BANGGAI TERKINI, Banggai – Sebuah dinamika kecil tapi bermakna mencuat dari pinggiran Banggai Laut, Pulau Jodoh, Desa Nggasuang, Bokan Kepulauan. Seorang warga, bernama Yulianti Selong, sempat menyuarakan keresahannya di media sosial terkait pelayanan kesehatan di sub desa itu.

Namun yang mengejutkan, unggahan tersebut mendadak hilang dari linimasa media sosial. Tak lama berselang, sang ibu justru mengganti narasi sosial medianya dengan pujian terhadap pelayanan kesehatan di wilayah yang sebelumnya ia kritik.

Unggahan pertama Ibu Yulianti Selong mengkritik fasilitas kesehatan di sub desa Nggasuang, pulau jodoh yang saat ini telah dihapus (Ist)

Kejadian ini tak luput dari sorotan publik dan wartawan. Banyak pihak menduga ada tekanan dari oknum tertentu, termasuk dari pemerintah desa setempat, yang berupaya “membungkam” suara kritik warganya.

Merespons hal ini, Ketua DPRD Banggai Laut, Patwan Kuba angkat bicara dengan nada tenang namun mengayun penuh makna. “Pejabat publik yang digaji dari uang negara itu tugasnya melayani masyarakat. Lantas boleh dikritik? Ya, boleh!,” tegas Patwan Kuba kepada media BanggaiTerkini, Senin 16 Juni 2025.

Ia menyinggung bahwa insiden penghapusan unggahan Ibu Yulianti tidak seharusnya terjadi, terlebih jika diikuti perubahan sikap yang terkesan tidak natural.

Unggah klarifikasi Ibu Yulianti, perubahan sikap mendadak ini, publik menduga, Ibu Yulianti ditekan untuk menghapus kritikannya (Ist)

“Kejadian di Sub Desa Pulau Jodoh, mengenai postingan Ibu Yulianti, tidak perlu berakhir seperti ini. Biar kepala Puskesmas so turun tangan,” tambah Patwan dengan emoticon senyum penuh makna.

Lebih lanjut, Legislator tiga periode itu menilai bahwa kritik semestinya tidak dilihat sebagai ancaman, melainkan sebagai bahan evaluasi bagi pejabat publik.

“Bagi saya, kritik itu nutrisi. Mungkin rasanya pahit, sulit ditelan, tapi itu pengingat: kita ini kerja betul atau tidak? Jangan ada pembungkaman, apalagi kalau kritiknya bagus dan membangun,” ujar Alumni Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado tersebut.

Ia juga menyinggung soal alasan klasik yang kerap dijadikan tameng dalam pelayanan publik yakni soal jarak dan anggaran.

“Jangan alasan jarak jauh atau dana tidak ada. Kan kepala desa waktu mencalonkan diri tahu kondisi wilayahnya, dan dia punya visi-misi. Jangan setelah terpilih, ketika ada kritik, langsung alergi,” ujar Patwan, mengingatkan dengan halus namun tegas.

Sebagai penutup, Ia berpesan kepada seluruh kepala desa, Camat dan Pejabat di Banggai Laut, termasuk lembaga DPRD untuk bekerja dengan sepenuh hati agar kepercayaan masyarakat tidak tergerus oleh sikap-sikap defensif terhadap kritik.

“Jalan satu-satunya agar tidak kena kritik ya kerja maksimal. Ini zaman sudah canggih, orang bebas bicara, selama untuk kebaikan bersama, mari kita dengar dan perbaiki,” pungkasnya.

Penulis : Nomo
Editor : –

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. Itu harus di usut sampai tuntas, kayaknya memang ada oknum yang ingin membungkam Ibu Yulianti Selong dan oknum tersebut harus di berikan peringatan agar kedepannya tidak terjadi lagi, padahal kritikan itu bagus untuk pemerintah agar lebih memperhatikan rakyatnya.
    Sekedar saran untuk orang yang alergi terhadap kritikan lebih baik tidak usah ikut ikutan ingin jadi Pemerintah mending urus saja urusan masing-masing supaya tidak bikin sengsara rakyat.

  2. Yaaa….Allahuakbar….dinamika Banggai laut tentang perekonomian semakin meresahkan masyarakat
    Masalah pelayanan puskesmas
    Ditambah lagi ekonomi semakin melemah
    Masyarakat banyak terlilit hutang..hampir 80% mebeludak…
    Pegawai PNS
    Honorer
    Pedangang
    Pembisnis
    Pencari uang receh
    Ojek
    Taksi
    Sudah saling menegang akibat
    Polemik keuangan Banggai laut yang sedikit berputar…
    Hingga mengakibatkan banyak berhutang sesama manusia
    Pak bupati minta tolong kasian masyarakat sangat resah…dengan keadaan sekarang🙏🏾

semua sudah ditampilkan
Bacaan Lainnya

Mantap! 1.500 Pengguna Disiapkan Nikmati WiFi Gratis di Taman Kota Banggai Laut

12 Desember 2025 - 18:03 WITA

Inovasi Dinas Kominfo, WiFi Gratis Hadir di Taman Kota Banggai Laut, Warga Kini Bebas Akses Internet

12 Desember 2025 - 14:12 WITA

5,5 Ton BBM Subsidi asal Banggai Laut Diduga Diselundupkan

11 Desember 2025 - 21:30 WITA

Didukung KONI Banggai Laut, Persatuan Catur Banggai Laut Gelar Turnamen

11 Desember 2025 - 20:32 WITA

Doni Setiawan Terpilih Jadi Ketua KNTI Banggai Kepulauan

11 Desember 2025 - 17:22 WITA

Per Desember 2025, Kejari Banggai Laut Sudah Selamatkan Uang Negara Rp5.5 Miliar

11 Desember 2025 - 11:56 WITA

Rekomendasi Artikel di Sosial Budaya