Menu ✖

Otomatis
Berita Terkini

Ekonomi

Analisis PPATK: Ratusan Ribu Penerima Bansos Terindikasi Main Judol

badge-check

Analisis PPATK: Ratusan Ribu Penerima Bansos Terindikasi Main Judol Perbesar

BANGGAI TERKINI, Jakarta – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan adanya indikasi penyelewengan yang dilakukan oleh penerima manfaat bantuan sosial (bansos) pemerintah.

Sebanyak 500 ribu penerima bansos terindikasi bermain judi online (judol) dan 100 rekening juga terdeteksi terlibat pendanaan terorisme.

Ketua PPATK, Ivan Yustiavandana, dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (11/7/2025) menyatakan bahwa temuan itu merupakan hasil analisis yang dilakukan PPATK dari satu bank yang menyalurkan bansos.

“Ya kita masih, baru satu bank ya, baru satu bank. Jadi kita cocokin NIK-nya, ternyata memang ada NIK yang penerima bansos yang juga menjadi pemain judol, ya itu 500 ribu sekian. Tapi, ternyata ada juga NIK-nya yang terkait dengan tindakan pidana korupsi, bahkan ada yang pendanaan terorisme ada,” jelas Ivan.

Ivan menambahkan, lebih dari 100 NIK penerima bansos terlibat kegiatan pendanaan terorisme. “NIK tersebut sedang dilakukan pendalaman oleh PPATK,” tegas Ivan.

Menurut Ivan, dari hasil analisis transaksi tersebut, nilai transaksi menembus Rp900 miliar. Nilai ini mencakup transaksi judol hingga dugaan pendanaan terorisme. “Ya total hampir Rp1 triliun ya, lebih dari Rp900 miliar,” lanjutnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Bacaan Lainnya

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

8 Okt 2026 - 14:10 WITA

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

7 Okt 2026 - 12:11 WITA

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Kemkomdigi Temukan 156 Paket Tiga Operator Belum Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

3 Okt 2026 - 16:17 WITA

Kemkomdigi Temukan 156 Paket Tiga Operator Belum Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

Pemerintah Menilai Notifikasi Operator Seluler Belum Cukup Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

3 Okt 2026 - 16:11 WITA

Pemerintah Menilai Notifikasi Operator Seluler Belum Cukup Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

Presiden Lantik Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah

2 Okt 2026 - 16:24 WITA

Presiden Lantik Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah

Presiden Lantik Jajaran Baru Kabinet Merah Putih dan Pimpinan Lembaga Negara

1 Okt 2026 - 17:33 WITA

Presiden Lantik Jajaran Baru Kabinet Merah Putih dan Pimpinan Lembaga Negara
Rekomendasi Artikel di Nasional