Menu

Mode Gelap
Akuntabilitas Anggaran, Kantor Pertanahan Banggai Laut Ikut Bimbingan Teknis Evaluasi Standar Biaya Keluaran Sempat Muntah Darah, Petani asal Popisi Banggai Laut Ditemukan Tak Bernyawa Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya! Akhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang Berhak Mendes PDT Dorong Penguatan Desa Tematik Berbasis Potensi Lokal di Banggai

Bangkep

Dugaan Keracunan MBG Ramadhan di Ambelang & Tompudau, Ini Penjelasan Ahli Gizi SPPG Batara Annajah Salakan!

badge-check


					Ahli Gizi Salsabila Firdauziah (dok. Pribadi) Perbesar

Ahli Gizi Salsabila Firdauziah (dok. Pribadi)

BANGGAI TERKINI, Salakan – Dugaan keracunan yang sempat dikaitkan dengan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadhan di SDN Ambelang dan SDN Tompudau yang menyebabkan belasan siswa dilarikan ke RSUD Trikora Banggai Kepulauan dipastikan bukan merupakan kasus keracunan susu.

Hal ini ditegaskan oleh ahli gizi SPPG Batara Annajah Salakan, Salsabila Firdauziah, Senin (2/3/2026).

Salsabila menjelaskan berdasarkan penelusuran dan keterangan resmi medis menyebutkan bahwa keluhan yang dialami sejumlah siswa merupakan gangguan pencernaan akibat konsumsi susu berlebihan dalam kondisi perut kosong.

“Ketika ada informasi ini, saya langsung meluncur ke Ambelang untuk mengecek kondisi langsung,” ujar Salsa melalui WhatsApp.

Menu yang dibagikan, kata dia, merupakan menu untuk berbuka puasa. “Jadi ada siswa juga yang minum susu sampai tiga kotak. Karena perut dalam keadaan kosong, kemudian bertemu dengan kandungan susu, timbullah reaksi pada pencernaan,” tutur ahli gizi lulusan Yogyakarta tersebut.

“Ini juga sudah ada uji organolitiknya,” sambungnya.

Disisi lain, kata dia, tanggal kedaluwarsa susu yang dibagikan masih dalam kondisi aman dan jauh dari batas konsumsi. “Saya cek tanggal kadaluwarsa juga masih jauh, Kata dokter, ini intoleransi laktosa. Jadi bukan karena susu basi atau rusak,” tegas Salsa.

Menurutnya, susu yang dibagikan tidak hanya di SDN Ambelang dan Tompudau, tetapi juga disalurkan ke sekolah-sekolah lain tanpa adanya keluhan serupa. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kejadian tersebut bukan disebabkan oleh kualitas produk, melainkan faktor kondisi tubuh masing-masing siswa.

“Orang tua juga sudah saya jelaskan, dan mereka pahami,” pungkasnya.

Pihak penyelenggara memastikan bahwa situasi telah terkendali dan para siswa yang sempat mengalami keluhan telah diperbolehkan pulang.

Kondisi mereka dilaporkan membaik setelah mendapatkan penanganan awal. “Alhamdulillah, semua sudah pulang ke rumah masing-masing,” katanya.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat tidak lagi berspekulasi mengenai isu keracunan susu MBG, serta memahami bahwa konsumsi susu dalam jumlah berlebihan, terlebih dalam kondisi perut kosong, dapat memicu gangguan pencernaan pada sebagian anak, khususnya yang memiliki intoleransi laktosa.

Penulis : Nomo
Editor : –

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bacaan Lainnya

Akuntabilitas Anggaran, Kantor Pertanahan Banggai Laut Ikut Bimbingan Teknis Evaluasi Standar Biaya Keluaran

17 April 2026 - 14:22 WITA

Sempat Muntah Darah, Petani asal Popisi Banggai Laut Ditemukan Tak Bernyawa

17 April 2026 - 14:10 WITA

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

17 April 2026 - 13:58 WITA

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya!

17 April 2026 - 13:57 WITA

Akhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang Berhak

17 April 2026 - 13:55 WITA

Mendes PDT Dorong Penguatan Desa Tematik Berbasis Potensi Lokal di Banggai

14 April 2026 - 08:30 WITA

Rekomendasi Artikel di Ekonomi