Selain pengembangan energi berbasis nabati, pemerintah juga berencana membangun fasilitas penyimpanan minyak atau storage di sejumlah wilayah Sumatra. Menurut Bahlil, pembangunan fasilitas tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas cadangan minyak nasional.
“Di samping itu kita akan membangun storage beberapa di wilayah Sumatra untuk ketika kita melakukan impor crude, itu semuanya bisa ada tempatnya di atas 20 hari. Target kita bisa sampai dengan 60 hari,” ucapnya.
Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa studi kelayakan pembangunan fasilitas penyimpanan tersebut telah rampung. Pemerintah, menurutnya, akan mulai melakukan peninjauan lokasi pada akhir tahun ini, termasuk melakukan pengecekan terhadap aspek keamanan.
“Salah satu di antaranya adalah kita rancang jangan sampai kondisi di mana kita meletakkan storage itu punya peluang atau potensi besar untuk jadi bencana. Itu kan menyangkut keselamatan,” tegasnya.
Melalui pengembangan bioetanol, keberlanjutan biodiesel B50, dan penguatan cadangan minyak strategis, pemerintahan Presiden Prabowo terus membangun fondasi ketahanan energi yang lebih kuat. Indonesia harus semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan energinya, semakin tangguh menghadapi gejolak dunia, dan semakin mampu menjaga kepentingan nasional di tengah ketidakpastian global. (BPMI Setpres)






















